2030, 132 Ribu Kendaraan Dinas Pemerintah adalah Mobil dan Motor Listrik

Berita Otomotif

2030, 132 Ribu Kendaraan Dinas Pemerintah adalah Mobil dan Motor Listrik

JAKARTA – Pemerintah akan menambah terus penggunaan mobil listrik maupun motor listrik sebagai kendaraan operasional. Kebutuhan untuk ini diperkirakan lebih dari 100 ribu unit hingga 2030.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam Webinar ‘Membangun Masyarakat eMobility’, memproyeksikan kebutuhan kendaraan operasional pemerintah yang berbasis teknologi listrik mencapai total 132 ribu unit hingga 2030.

Ini merupakan prediksi yang dicantumkan dalam Peta Jalan Transformasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) sebagai Kendaraan Operasional Pemerintah dan Transportasi Umum.

Hyundai Ioniq Mobil Listrik Kendaraan Dinas Menhub Budi Karya Sumadi

Menurut Budi, penggunaan mobil listrik plus motor listrik sebagai kendaraan operasional akan dilakukan terlebih dahulu di beberapa Kota Percontohan.

“Kami rencanakan penerapan penggunaan KBLBB sebagai kendaraan operasional pemerintahan akan dilakukan di 3 (tiga) Kota Percontohan di Indonesia yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali,” ucapnya dalam webinar yang berlangsung pada 27 Mei 2021 tersebut, seperti dikutip dari keterangan resmi.

Sekadar mengingatkan, Presiden Joko Widodo ingin membentuk pasar dan industri mobil listrik serta motor listrik di Indonesia. Ini diinisiasi melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 yang mengamanatkan adanya insentif fiskal maupun nonfiskal bagi kendaraan listrik dari berbasis hybrid, plug-in hybrid (PHEV), maupun 100 persen baterai.

Motor listrik Gesits Dijajal oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Insentif fiskal seperti pembebasan atau pengurangan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), jika tak ada perubahan, direncanakan berlaku mulai akhir 2021 ini. Dengan begitu, harga jual kendaraan listrik khususnya yang beroda empat bisa turun dan menjadi lebih terjangkau.

Tapi, merek – merek yang mendapatkan insentif diwajibkan melakukan perakitan lokal dalam jangka waktu tertentu. Komitmen investasi pun sudah hadir dari berbagai merek, misalnya saja Toyota, Daihatsu, maupun Hyundai.

Pemerintah menargetkan pada 2025 sebanyak 20 persen kendaraan yang diproduksi di dalam negeri adalah mobil listrik atau pun motor listrik.

Industri baterai kendaraan listrik juga akan digenjot di Indonesia, bermodalkan cadangan nikel negara ini yang amat banyak. Bahkan, cadangan nikel di Tanah Air disebut sebagai yang terbanyak di dunia.

CATL, pembuat baterai mobil listrik terbesar di dunia asal China

Berbagai pemain besar di industri ini sudah berkomitmen membangun pabrik baterai di Nusantara. Contohnya CATL dari China serta LG Chem dari Korea Selatan.

Pemerintah Indonesia bersiap pula membangun infrastruktur pengecasan baterai kendaraan listrik atau SPKLU.

SPKLU di SPBU Pertamina Fatmawati

“Sampai dengan saat ini, berdasarkan data dari Kementerian ESDM, juga telah dibangun 112 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia. Pada 2031, kebutuhan SPKLU di Indonesia mencapai 7.146 unit,” kata Budi. [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar