Berita Populer

Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030
Berita Utama

Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030

Berita Otomotif

JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target besar langsung mereka buat.

Serah-terima bisnis Kia antara PT Kia Sales Indonesia dan PT Kreta Indo Artha (agen pemegang merek/APM sebelumnya) berlangsung pada Rabu (14/1/2026) malam di Hotel Fairmont, Jakarta.

CEO Kia PT Kia Sales Indonesia Jong Sung Park mengatakan bahwa langkah dari pabrikan yang sudah berumur 80 tahun ini bukan hanya perubahan organisasi atau struktur. Mereka juga untuk mempertebal komitmen mereka di pasar otomotif Tanah Air.

“Indonesia merupakan pasar yang penting bagi Kia. Hari ini bukan hanya tentang transisi organisasi, tetapi tentang memperkuat komitmen jangka panjang kami untuk tumbuh dan berkontribusi secara berkelanjutan di Indonesia,” kata dia.

<related>

Kia Indonesia Managing Director PT Kia Sales Indonesia Bayu Riyanto menjelaskan bahwa ‘adik’ dari Hyundai tersebut sudah eksis di Bumi Pertiwi selama 25 tahun. Dengan kehadiran prinsipal melalui perusahaan yang dibentuk, Kia ingin menegaskan tekad untuk terus bertahan di negeri ini.

“Pertanyaannya bukan lagi apakah Kia akan bertahan di Indonesia, tetapi bagaimana KIA akan tumbuh dan memberi dampak yang lebih besar ke depan. Indonesia adalah pasar otomotif yang muda, dinamis, dan penuh potensi. Di sinilah masa depan mobilitas sedang dibentuk oleh generasi yang adaptif, terhubung secara digital, dan berani berpikir lebih besar,” papar dia.

Target Kia di Bawah PT Kia Sales Indonesia

Kia Carens Facelift Kia, pungkas Bayu, memasang lima target besar untuk jenama tersebut di bawah PT Kia Sales Indonesia. Dua di antaranya adalah memiliki lebih dari 100 diler plus menjual 40 ribu mobil setahun pada 2030.

“Lebih dari seratus titik penjualan dan layanan purnajual akan hadir di seluruh Indonesia agar setiap pelanggan merasa dekat, aman, dan dilayani dengan sepenuh hati,” tegas mantan eksekutif BMW Indonesia tersebut.

“Kami akan berfokus pada SUV dan MPV, segmen yang paling mencerminkan gaya hidup lokal di Indonesia. Karena mobil bukan hanya alat transportasi, tetapi bagian dari cerita hidup sehari-hari,” lanjut dia terkait cara untuk mencapai target penjualan yang dicanangkan.

Berikut adalah lima target Kia di bawah PT Kia Sales Indonesia untuk jangka pendek dan menengah:

  1. Membangun lebih dari 100 diler dari Sabang sampai Merauke dari sekarang sampai 2030
  2. Menjual 40 ribu unit mobil setahun pada 2030, dengan fokus pada MPV dan SUV
  3. Menjadi merek terdepan di pasar mobil listrik Tanah Air, merakit lokal mobil listrik, dengan model BEV (battery electric vehicle) buatan Indonesia pertama meluncur akhir 2026
  4. Menjadikan Indonesia hub ekspor dan mulai mengekspor mobil dua tahun dari sekarang
  5. Menjadi rekan yang baik, transparan, dan berkelanjutan bagi para mitra diler

Bagaimana masa depan Kia di bawah PT Kia Sales Indonesia? Apakah target-target mereka akan tercapai atau bahkan terlampaui? Mobil-mobil menarik apa yang bakal mereka bawa ke negara ini? Mari kita pantau bersama! [Xan]

833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris!
Berita Utama

833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris!

Berita Otomotif

JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris.

Menurut Data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), penjualan mobil secara retail pada Januari-Desember 2025 mencapai 833.702 unit.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024 (year on year), terjadi penurunan volume sebanyak 6,29 persen. Pada 2024, pasar mobil nasional masih mampu membukukan penjualan retail sebesar 889.680 unit.

<related>

penjualan mobil Indonesia 2025 Tren kenaikan penjualan mobil sepanjang kuartal keempat 2025 tetap tidak bisa mendongkrak transaksi jual-beli untuk melebihi raihan tahun lalu.

Padahal, pada Desember 2025, terjadi penjualan mobil besar-besaran di tengah kondisi pasar yang sedang lesu sepanjang tahun, sehingga volume retail pada bulan itu bisa menyentuh 93.833 unit—penjualan bulanan terbanyak sepanjang tahun.

Sebagai gambaran, penjualan mobil bulanan di Indonesia selain pada Desember 2025 sering kali hanya 60-70 ribuan unit saja. Pada April 2025 sehabis Hari Raya Lebaran Idul Fitri, penjualan mobil secara retail malah ada di bawah 60 ribu unit, tepatnya 58.174 unit dan menjadi rekor terendah.

Pasar mobil Indonesia 2025 sendiri diketahui mengalami berbagai tantangan. Tantangan-tantangan itu antara lain pelemahan ekonomi/daya beli/daya bayar, penundaan pembelian mobil oleh kalangan kelas menengah atas, peningkatan kredit macet, pengetatan pembiayaan kredit mobil.

Daftar 10 Merek Mobil Terlaris di Indonesia 2025

merek mobil terlaris 2025 Daftar 10 merek mobil terlaris di Indonesia pada Januari-Desember 2025 sendiri memperlihatkan kejutan. Terdapat satu merek yang mulai masuk ke grup elite tersebut dan ada satu merek pula yang akhirnya terlempar.

Anggota baru di dalam daftar ialah BYD. Merek mobil asal China ini menempati ranking ke-6 dari sisi penjualan retail, dengan volume 44.342 unit dan pangsa pasar (market share) 5,3 persen.

Adapun merek yang menjadi ‘korban’ ialah Hyundai. Merek mobil asal Korea Selatan ini mesti rela turun satu peringkat, dari posisi ke-10 pada 2024 menjadi yang ke-11 pada 2025.

Hyundai mencatatkan penjualan retail 19.664 unit pada 2025, dengan pangsa pasar 2,4 persen.

Berikut adalah kesepuluh merek mobil terlaris di Indonesia 2025, mulai dari urutan nomor wahid hingga yang paling bontot. Tercantum pula volume penjualan retail dan pangsa pasar masing-masing.

  1. Toyota (volume penjualan 258.923 unit, pangsa pasar 31,1 persen)
  2. Daihatsu (volume penjualan 137.835 unit, pangsa pasar 16,5 persen)
  3. Honda (volume penjualan 71.233 unit, pangsa pasar 8,5 persen)
  4. Mitsubishi Motors (volume penjualan 70.338 unit, pangsa pasar 8,4 persen)
  5. Suzuki (volume penjualan 64.838 unit, pangsa pasar 7,8 persen)
  6. BYD (volume penjualan 44.342 unit, pangsa pasar 5,3 persen)
  7. Mitsubishi Fuso (volume penjualan 25.613 unit, pangsa pasar 3,1 persen)
  8. Isuzu (volume penjualan 25.295 unit, pangsa pasar 3,0 persen)
  9. Wuling (volume penjualan 20.607 unit, pangsa pasar 2,5 persen)
  10. Hino (volume penjualan 20.517 unit unit, pangsa pasar 2,5 persen)

Menurut Mobilovers, siapa kira-kira 10 merek mobil yang akan mengisi daftar merek mobil terlaris pada akhir 2026 nanti? Menarik menantikan apakah bakal ada kejutan lagi atau tidak! [Xan]

Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia
Berita Utama

Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia

Berita Otomotif

JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade.

Target Daihatsu tercapai. Daihatsu, melalui keterangan resmi yang dikutip Jumat (9/1/2026), mengumumkan keberhasilan menjadi merek mobil terlaris kedua di pasar otomotif Tanah Air pada 2025.

Artinya, Daihatsu sudah mempertahankan status merek mobil paling populer kedua di negeri ini selama 17 tahun berturut-turut.

Marketing and Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani berterima kasih kepada para konsumen yang masih percaya kepada Daihatsu sebagai moda transportasi harian maupun bisnis, sehingga mereka mampu memperpanjang rekor positif.

<related>

Daihatsu Sigra “Kepercayaan ini memotivasi kami untuk terus menghadirkan produk dan layanan berkualitas demi menghadirkan kebahagiaan bagi pelanggan,” tukas Agung melalui pernyataan pers.

Daihatsu menutup 2025 dengan penjualan retail (distribusi diler ke konsumen) sebanyak 137.835 unit. Tidak disebutkan berapa pangsa pasar yang berhasil mereka raih tahun lalu.

Akan tetapi, jika menilik data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), angka tersebut lebih kecil 18,08 persen ketimbang penjualan retail Daihatsu pada 2024. Pada tahun tersebut, pabrikan otomotif yang masih bagian dari Grup Toyota ini membukukan 168.263 unit.

Pasar mobil baru Indonesia pada 2025 sendiri diketahui menyusut ketimbang 2024 karena pelemahan ekonomi, pelemahan daya beli, menurunnya jumlah kelas menengah, tertahannya konsumsi kelas menengah ke atas, hingga pengetatan kredit kendaraan bermotor.

Daihatsu Merek Mobil Paling Laku di Segmen Harga Rp300 Juta ke Bawah

Daihatsu Ayla Jika berbicara spesifik mengenai pasar mobil di segmen harga Rp300 juta ke bawah, Daihatsu malahan diklaim sebagai yang terlaris di Indonesia. Pada 2025, mereka mampu menggenggam pangsa pasar 32,5 persen di segmen tersebut.

Lebih dari 80 persen penjualan retail Daihatsu pada 2025 sendiri disumbangkan oleh Daihatsu Gran Max Series di segmen low commercial vehicle, Daihatsu Sigra maupun Daihatsu Ayla di segmen LCGC (low cost green car), Daihatsu Terios di segmen medium SUV.

Gran Max Series mencatatkan penjualan retail 61.871 unit pada 2025 dan memimpin pasar di segmen low commercial vehicle dengan pangsa pasar 65 persen.

Daihatsu Gran Max Jika dirincikan, Gran Max pikap terjual 43.199 unit tahun lalu (pangsa pasar 58 persen di segmen pick up low). Sementara itu, Gran Max minibus laku 18.672 unit (pangsa passer 92 persen di segmen semi commercial).

Sigra maupun Ayla terjual 47.901 unit pada 2025, dengan total pangsa pasar 36,6 persen di segmen LCGC. Kedua model ini bersama-sama mendominasi segmen LCGC.

Terios laku 15.557 unit pada 2025 dan berhasil masuk dua besar medium SUV terpopuler, dengan pangsa pasar di kisaran 12 persen. Terios malahan menjadi medium SUV terlaris di rentang harga hingga Rp300 juta, dengan pangsa pasar 45 persen. [Xan]

Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026
Berita Utama

Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026

Berita Otomotif

TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026.

Great Regional Manager PT Chery Motor Indonesia Agustian Ferikles menyebut bahwa pihaknya sudah menyiapkan beragam mobil baru untuk ‘dilepas’ sepanjang 2026. Bukan cuma kendaraan elektrifikasi yang mengaspal, tapi juga yang bermesin konvensional (ICE/internal combustion engine).

“Secara lini produk, kami sudah mempersiapkan berbagai produk entah itu yang ICE, kemudian yang CSH (Chery Super Hybrid), dan yang EV (electric vehicle/mobil listrik murni) juga,” kata dia dalam konferensi pers peresmian diler Chery Dunia Karawaci, Senin (5/1/2025) di Tangerang, Banten.

Sekadar informasi, CSH alias Chery Super Hybrid adalah teknologi mobil hybrid maupun PHEV (plug-in hybrid electric vehicle) dari merek mobil asal China tersebut.

<related>

Chery Tiggo Mobil baru Chery pada 2026 yang kemungkinan meluncur dalam waktu dekat, lanjut Feri, adalah yang mengusung mesin ICE serta CSH. Detail rencana mobil listrik baru Chery pada 2026, di sisi lain, masih menunggu kejelasan dari kebijakan pemerintah.

“Untuk yang lainnya (peluncuran mobil listrik baru—Red), kami akan melihat lagi kondisi pasar seperti apa. Terutama soal kebijakan pemerintah yang terkait dengan insentif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) maupun PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) yang mau kami lihat bakal seperti apa,” papar dia lagi.

Sayang, Feri masih menutup rapat identitas calon mobil baru Chery untuk pasar Indonesia pada 2026. Ia tidak bersedia mengungkap secara blak-blakan nama satu model pun.

Chery Siap Rilis Mobil Baru di Setiap Pameran Otomotif 2026

mobil baru Chery 2026 Chery, menurut Feri, akan memanfaatkan dengan maksimal setiap pameran otomotif besar di Indonesia pada 2026. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan Chery di masing-masing ajang tersebut pasti bakal disertai dengan peluncuran mobil baru.

Indonesia sendiri memiliki tiga pameran otomotif berskala besar setiap tahunnya.

Ada IIMS (Indonesia International Motor Show) pada semester pertama, GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) di semester kedua, lalu GJAW (Gaikindo Jakarta Auto Week) sebagai event penutup tahun yang benar-benar fokus pada penjualan.

mobil baru Chery 2026 “Pasti tentunya pada setiap event otomotif akan kami keluarkan (mobil baru). Misalnya nanti saat IIMS pada Februari, kemudian seperti biasa saat GIIAS, lalu saat GJAW,” tandas Feri.

Mulai aktif di pasar Indonesia pada 2022, Chery merupakan salah satu merek mobil China dengan pertumbuhan paling pesat. Pada 2025 saja, mereka sudah menjual hampir 20 ribu unit, di pasar yang sangat didominasi oleh merek-merek mobil Jepang ini.

Chery juga menjual lini produk ICE hingga EV yang semuanya sudah dirakit lokal. Daftar produk mereka hingga akhir 2025 antara lain ialah Chery Tiggo Cross bensin dan CSH, Chery Tiggo 7 bensin, Chery Tiggo 8 bensin dan CSH, Chery Tiggo 9 CSH, Chery C5, Chery E5 EV, Chery J6 EV. [Xan]

Duh, 'Perang Harga' Mobil China juga Ganggu Harga Mobil Bekas!
Berita Utama

Duh, 'Perang Harga' Mobil China juga Ganggu Harga Mobil Bekas!

Berita Otomotif

JAKARTA – ‘Perang harga’ mobil China di Indonesia tak hanya mendisrupsi pasar mobil baru. Pedagang mobil bekas pun mesti putar otak karena bisnis mereka ikut terganggu.

Harga mobil berteknologi elektrifikasi dari merek China yang semakin lama semakin rendah, kata Co-Owner AHA Gallery Aldyth Yosua, semakin menyenggol harga mobil bekas. Apalagi, kini merek China memperluas ‘arena perang harga’ dari semula hanya menyasar teknologi BEV (battery electric vehicle) ke PHEV (plug-in hybrid) pula.

Konsumen pun sekarang punya kecenderungan bersikap ‘mendang-mending’, antara beli mobil PHEV atau mobil listrik keluaran merek China atau mobil bekas dengan teknologi yang sudah ketinggalan.

“Masyarakat mulai membandingkan. Mereka berpikir lebih baik ambil yang listrik dan lebih murah. Itu yang membuat segmen mobil bekas ini mau enggak mau harus mengoreksi harga-harga mobil bekasnya karena orang pasti menilai lebih baik ambil mobil baru dengan teknologi canggih,” kata Aldyth ketika dihubungi Mobil123.com, Kamis (6/11/2025).

<related>

perang harga mobil listrik ChinaDepresiasi harga mobil bekas yang lebih dalam, lanjut Aldyth, tak hanya terjadi pada unit-unit dari merek China. Resale value (harga jual kembali) dari mobil bekas merek Jepang atau pun Korea Selatan juga semakin turun.

“Ketika mobil listrik Tesla masuk pada 2016 atau 2017, segmen yang diincar itu menengah ke atas. Jadi, tidak ada pembandingnya dari sisi mobil bekas. Kami waktu itu aman-aman saja. Tetapi, ketika bermunculan banyak mobil listrik BYD, Chery, Jaecoo, dan lain-lain apalagi pada tahun ini, kami harus adaptif karena mobil bekasnya jadi bersaing dengan mobil baru,” tukasnya.

Segmen Mobil Bekas yang Terdampak dan Depresiasi Harganya

depresiasi harga mobil bekas Tidak semua mobil bekas mengalami depresiasi harga yang parah. Aldyth mengatakan unit-unit seken jenis MPV (multi purpose vehicle) dan SUV (sport utility vehicle) di segmen A dan B masih relatif aman.

Soalnya, belum ada mobil berteknologi elektrifikasi, baik PHEV atau pun BEV, yang menawarkan kapasitas 7-seater dengan rentang harga Rp200-300 jutaan.

“Oke, sudah ada mobil listrik yang Rp200 jutaan, tapi belum 7-seater. BYD Atto 1 masih 5-seater. BYD M6, walaupun 7-seater, harganya masih Rp400 jutaan dan yang paling murah Rp380 jutaan,” sebutnya.

“Ada memang kemarin Jaecoo J5 yang Rp200 jutaan, tapi 5-seater. Yang saya khawatirkan, ke depannya terjadi pergeseran kebutuhan. Orang-orang jadi berpikir ‘enggak apa-apa, deh, bukan 7-seater tapi masih Rp200 jutaan dan lebih canggih',” sambung dia was-was.

Satu-satunya segmen mobil murah yang terdampak di pasar kendaraan seken, pantau Aldyth, ialah city car atau LCGC (low cost green car) 5-seater. Sebagian orang yang tadinya membeli Toyota Agya, Daihatsu Ayla, maupun Honda Brio bekas untuk mobil tambahan sekarang beralih ke Atto 1.

“Kurang-lebih harga Brio bekas, Agya bekas dan sebangsanya langsung turun hingga bisa 15 persen sejak adanya Atto 1. Brio E 2021 biasanya di Rp155-160 juta, sekarang itu Rp140 jutaan,” pungkasnya.

BYD Atto 1 Di luar itu, ‘Perang harga’ mobil China untuk sementara masih lebih banyak menyenggol mobil bekas di segmen C ke atas yang menyasar kelas menengah ke atas. Harga mobil bekas di segmen itu bisa tergerus sampai dengan 40 persen dari kondisi normal.

“Bayangkan, biasanya Toyota Alphard 2017, 2018 dulu bisa jual Rp700-800 juta. Itu kondisi sampai dengan awal tahun ini, sebelum Denza D9 keluar. Tapi, saat Denza keluar, kami banting harga Rp600 juta saja tak ada yang sentuh sampai mau enggak mau kami jual rugi di Rp500 juta. Malahan, sekarang itu Alphard 2015 yang dulu di atas Rp500 juta sudah seharga Rp400-450 juta,” papar dia.

Contoh lain yang Aldyth kemukakan adalah kehadiran Chery Tiggo 8 CSH yang mengganggu model-model seperti Honda CR-V bekas maupun Hyundai Santa Fe bekas.

“Dengan CR-V Prestige 2022 dan 2023, harganya hampir mirip yaitu Rp400 jutaan juta. Kalau Hyundai Santa Fe itu, untuk tipe favoritnya yaitu Diesel Signature 2023 dan 2024, mendekati Rp500 juta. Ibaratnya sekarang baru pakai 1-2 tahun turunnya 15 persen dari harga baru. Kalau masa-masa normal di bawah 10 persen,” tandasnya.

Profitabilitas AHA Gallery sempat terkoreksi antara 10-20 persen dari awal sampai pertengahan 2025. Namun, sekarang mereka sudah belajar untuk lebih hati-hati saat membeli stok mobil seken yang terdampak ‘perang harga’ mobil China, sehingga pada tiga bulan terakhir profitabilitas sudah kembali normal.

Di tengah gangguan tersebut, Aldyth percaya pasar mobil bekas masih tetap menjanjikan potensi besar. AHA Gallery bahkan membuka gerai ke-10 mereka di Indonesia yang berlokasi di Bali pada Agustus 2025.

“Salah satu alasan kami putuskan buka di Bali karena tidak semua kota ‘banjir’ mobil listrik. Salah satunya di Bali. Artinya, stok mobil-mobil bekas kami di sini kami bisa pindahkan ke sana,” tutupnya sembari mengungkap sedikit strategi. [Xan]