Pertamina Sediakan Tempat Cas Mobil Listrik di 5 SPBU di Jakarta

Berita Otomotif

Pertamina Sediakan Tempat Cas Mobil Listrik di 5 SPBU di Jakarta

JAKARTA – Pertamina, melalui anak usahanya, sudah menyediakan tempat pengecasan mobil listrik di lima Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Ibu Kota. Tahun ini, total penggunaannya diklaim sudah ribuan kali.

Direktur Utama PT. Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution mengatakan, beragam model kendaraan listrik sudah diperkenalkan di Indonesia. Ke depannya, ia yakin kendaraan ramah lingkungan tersebut akan diminati masyarakat di kota-kota besar.

“Tentu, di satu sisi, ini merupakan disrupsi bagi kami selaku BUMN yang selama ini menyediakan produk bahan bakar minyak. Namun, di sisi lain, kami melihat ini sebagai peluang memanfaatkan jaringan ritel yang Pertamina untuk mendukung terciptanya ekosistem kendaraan listrik,” ucap dia melalui keterangan resmi pada akhir pekan lalu.

tempat cas mobil listrik atau SPKLU di SPBU Pertamina Jakarta

Sekadar mengingatkan, pemerintah memang ingin mendorong terciptanya pasar, industri, maupun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Ini dilakukan dengan memberi berbagai insentif fiskal maupun non-fiskal dengan payung hukum Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019.

Salah satunya adalah insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) bagi mobil mild hybrid, hybrid, plug-in hybrid (PHEV), mobil listrik murni, hingga mobil hidrogen per 16 Oktober 2021.

Lebih lanjut, sejauh ini jumlah fasilitas bernama Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di SPBU Pertamina berada di lima titik di area Jakarta dan sekitarnya.

Ada di SPBU Coco Fatmawati, SPBU COCO Lenteng Agung, SPBU COCO MT. Haryono, SPBU COCO Kuningan, SPBU Area Bandara Soekarno Hatta. Kelimanya menjadi bagian awal dari konsep SPBU Green Energy Station (GES).

tempat cas mobil listrik atau SPKLU di SPBU Pertamina Jakarta

Berdasarkan hasil pantauan sepanjang Februari-Oktober 2021, tempat pengecasan mobil listrik di kelima SPBU tersebut sudah digunakan untuk lebih dari 1.500 kali pengisian. Adapun total daya yang digunakan mencapai lebih dari 45 ribu kWh.

Sebagian besar penggunanya masih armada taksi online maupun kendaraan umum. Mobil listrik milik pribadi masih sedikit.

“Sekitar 10 persen dari angka tersebut, charging station dimanfaatkan oleh pengguna kendaraan pribadi. Inilah peluang yang ingin kami ambil. Lokasi strategis SPBU akan kami manfaatkan untuk pengembangan infrastruktur hilir kendaraan listrik,” lanjut Alfian.

Pertamina Patra Niaga juga sedang bersiap membangun outlet dan layanan battery swapping station (BSS) bagi sepeda motor listrik. Penyebarannya pun akan dilakukan di beberapa SPBU wilayah Jakarta.

“Sama seperti charging station, outlet dan layanan BSS akan kami coba kembangkan terlebih dahulu bersama mitra. Kami targetkan program BSS ini akan berjalan secepatnya, tutup Alfian. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar