Pabrik Hyundai di Indonesia Siap Produksi Mobil Listrik Awal 2022

Berita Otomotif

Pabrik Hyundai di Indonesia Siap Produksi Mobil Listrik Awal 2022

JAKARTA – Pabrik Hyundai di Indonesia, yang saat ini masih dalam tahap pembangunan, disebut siap merakit mobil listrik pada permulaan 2022.

Seperti diketahui, pabrikan asal Korea Selatan tersebut sedang membangun pabrik di Cikarang, Bekasi. Kapasitas produksi terpasangnya per tahun kelak mencapai 150 ribu unit.

Pada November 2019, Hyundai sempat menginformasikan bahwa model – model yang akan dirakit di sana antara lain multi purpose vehicle (MPV) kompak, sport utility vehicle (SUV) kompak, maupun sedan.

Pertanyaan mengenai apakah pabrik Hyundai di Cikarang akan pula merakit mobil listrik kemudian mengemuka. Pasalnya, mereka telah merilis dua mobil listrik termurah di Tanah Air, Ioniq dan Kona EV, pada 6 November 2020.


Pemerintah sendiri akan mulai menerapkan insentif bagi mobil listrik—mulai dari hybrid, plug-in hybrid (PHEV), sampai listrik murni—pada Oktober 2021. Akan tetapi, pabrikan harus melakukan perakitan lokal dari produk tersebut dalam jangka waktu tertentu.

Menanggapi pertanyaan tersebut, eksekutif Hyundai di Indonesia menjawab dengan diplomatis bahwa mereka akan mengikuti apa pun regulasi pemerintah. Pabrik mereka sendiri akan disiapkan untuk dapat memproduksi mobil listrik dan bakal siap dalam waktu tak terlalu lama dari sekarang.

“Pada dasarnya kami pasti akan mengikuti aturan dari pemerintah. Jadi, kami akan melihat perkembangannya nanti. Pabrik juga akan disiapkan dan diharapkan bakal siap pada 2022,” kata Makmur, Managing Director PT. Hyundai Motors Indonesia (HMID) dalam konferensi pers virtual peluncuran Ioniq dan Kona EV beberapa waktu lalu.


Pabrik itu nantinya menjadi basis produksi pertama Hyundai untuk kawasan Asia Tenggara. Hyundai sudah menyiapkan total investasi USD 1,55 miliar hingga 2030, untuk memperbanyak kapasitas produksinya menjadi 250 ribu unit per tahun.

“Pasar Indonesia sangat besar. Inilah kenapa Hyundai investasi juga di sini. Masa depan otomotif Indonesia itu besar sekali karena jumlah penduduk kita sangat besar,” tukas Makmur mengenai alasan Hyundai mau berinvestasi jor-joran untuk pabrik di Nusantara.

Rasio kepemilikan mobil di Indonesia memang masih sangat rendah, bahkan jika dibandingkan dengan negara – negara tetangga di Asia Tenggara. Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa baru ada 99 mobil per 1.000 penduduk. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar