Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Berita Otomotif Sri Mulyani Ingin Revisi Insentif Pajak untuk Mobil Listrik Sri Mulyani Ingin Revisi Insentif Pajak untuk Mobil Listrik Berita Otomotif Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 16 March 2021 12:16 JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengusulkan revisi besaran insentif pajak mobil listrik dalam Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019.Sri, menurut situs resmi DPR RI, menyampaikan usulan tersebut dalam rapat konsultasi pemerintah dengan Komisi XI DPR RI pada Senin (15/3/2021). Ia ingin agar insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 0 persen hanya diberikan bagi mobil listrik murni.Dalam aturan versi terkini yang berlaku mulai Oktober 2021 tersebut, PPnBM 0 persen memang masih diberikan kepada dua jenis teknologi kendaraan ramah lingkungan. Pertama mobil listrik murni, sedangkan yang kedua mobil plug-in hybrid (PHEV).Berikut perbandingan antara besaran insentif PPnBM mobil listrik terkini dalam PP Nomor 73 Tahun 2019 dengan usulan dalam revisi:Mobil listrik murni (Pasal 36) saat ini 0 persen dan tetap menjadi 0 persen saat penerapan skema I maupun IIPHEV (Pasal 36) sekarang 0 persen, menjadi 5 persen saat skema I dan 8 persen pada skema IIFull Hybrid (Pasal 26) kini 2 persen, menjadi 6 persen ketika skema I dan 8 persen pada skema IIFull Hybrid (Pasal 27) saat ini 5 persen, menjadi 7 persen saat skema I dan 11 persen pada skema IIFull Hybrid (Pasal 28) sekarang 8 persen, tetap 8 persen pada skema I tapi menjadi 12 persen sewaktu skema IIMild Hybrid (Pasal 29) kini 8 persen, tetap 8 persen ketika skema I lalu menjadi 12 persen pada skema IIMild Hybrid (Pasal 30) saat ini 10 persen, tetap 10 persen pada skema I kemudian 13 persen saat skema IIMild Hybrid (Pasal 31) sekarang 12 persen, tetap 12 persen pada skema I lalu 14 persen saat skema IIInsentif di skema II, menurut Sri, akan diterapkan setelah ada realisasi investasi signifikan sebesar Rp 5 triliun di industri Battery Electric Vehicle (BEV/mobil listrik murni). Skema ini juga bisa diberlakukan sewaktu mobil listrik murni mulai berproduksi komersial dengan realisasi investasi Rp 5 triliun.Sekadar mengingatkan, pemerintah menargetkan 20 persen dari kendaraan yang diproduksi di Indonesia berasal dari teknologi hybrid, PHEV, atau mobil listrik murni. Target ini berlaku baik di industri sepeda motor maupun mobil. [Xan/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait insentif PPnBM mobil listrik PP Nomor 73 Tahun 2019 Sri Mulyani insentif pajak mobil listrik revisi insentif mobil listrik Menteri Keuangan Mobil Listrik Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 revisi insentif PPnBM mobil listrik Cetak Insan Akbar Reporter Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri. Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Sri Mulyani Ingin Revisi Insentif Pajak untuk Mobil Listrik Berita Otomotif Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 16 March 2021 12:16 JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengusulkan revisi besaran insentif pajak mobil listrik dalam Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019.Sri, menurut situs resmi DPR RI, menyampaikan usulan tersebut dalam rapat konsultasi pemerintah dengan Komisi XI DPR RI pada Senin (15/3/2021). Ia ingin agar insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 0 persen hanya diberikan bagi mobil listrik murni.Dalam aturan versi terkini yang berlaku mulai Oktober 2021 tersebut, PPnBM 0 persen memang masih diberikan kepada dua jenis teknologi kendaraan ramah lingkungan. Pertama mobil listrik murni, sedangkan yang kedua mobil plug-in hybrid (PHEV).Berikut perbandingan antara besaran insentif PPnBM mobil listrik terkini dalam PP Nomor 73 Tahun 2019 dengan usulan dalam revisi:Mobil listrik murni (Pasal 36) saat ini 0 persen dan tetap menjadi 0 persen saat penerapan skema I maupun IIPHEV (Pasal 36) sekarang 0 persen, menjadi 5 persen saat skema I dan 8 persen pada skema IIFull Hybrid (Pasal 26) kini 2 persen, menjadi 6 persen ketika skema I dan 8 persen pada skema IIFull Hybrid (Pasal 27) saat ini 5 persen, menjadi 7 persen saat skema I dan 11 persen pada skema IIFull Hybrid (Pasal 28) sekarang 8 persen, tetap 8 persen pada skema I tapi menjadi 12 persen sewaktu skema IIMild Hybrid (Pasal 29) kini 8 persen, tetap 8 persen ketika skema I lalu menjadi 12 persen pada skema IIMild Hybrid (Pasal 30) saat ini 10 persen, tetap 10 persen pada skema I kemudian 13 persen saat skema IIMild Hybrid (Pasal 31) sekarang 12 persen, tetap 12 persen pada skema I lalu 14 persen saat skema IIInsentif di skema II, menurut Sri, akan diterapkan setelah ada realisasi investasi signifikan sebesar Rp 5 triliun di industri Battery Electric Vehicle (BEV/mobil listrik murni). Skema ini juga bisa diberlakukan sewaktu mobil listrik murni mulai berproduksi komersial dengan realisasi investasi Rp 5 triliun.Sekadar mengingatkan, pemerintah menargetkan 20 persen dari kendaraan yang diproduksi di Indonesia berasal dari teknologi hybrid, PHEV, atau mobil listrik murni. Target ini berlaku baik di industri sepeda motor maupun mobil. [Xan/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait insentif PPnBM mobil listrik PP Nomor 73 Tahun 2019 Sri Mulyani insentif pajak mobil listrik revisi insentif mobil listrik Menteri Keuangan Mobil Listrik Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 revisi insentif PPnBM mobil listrik
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...