BMW Sindir Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz di Indonesia

Berita Otomotif

BMW Sindir Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz di Indonesia

JAKARTA - BMW menyindir strategi kompetitor abadi mereka, Mercedes-Benz, mengenai strategi penyebaran alat pengisian daya mobil listrik mereka.

Era mobil listrik memang sedang diusahakan hadir di Indonesia lewat regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) yang sedang disusun pemerintah. Peraturan yang antara lain berisi insentif pajak bagi mobil hybrid dan listrik itu diekspektasikan terbit April ini.

Berbagai merek pun mempersiapkan model yang bakal memanfaatkan insentif pajak tersebut. Sejauh ini sudah muncul nama-nama seperti Nissan Note e-Power, Nissan Leaf, Toyota C-HR, Mitsubishi Outlander PHEV, sampai Mercedes-Benz EQ Power C-Class serta S-Class.

Sementara itu, BMW dan Mercedes memiliki strategi yang berbeda soal pengembangan jaringan pengecasan daya mobil listrik yang nantinya sangat diperlukan. BMW bekerja sama dengan berbagai institusi pemerintah seperti PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Pertamina agar kelak pemilik mobil listrik mereka bisa melakukan pengecasan di Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Jodie O’Tania, Vice President of Corporate Communication BMW Group Indonesia, mengatakan bahwa fasilitas pengecasan mobil listrik mereka kini sudah terdapat di SPBU Pertamina Kuningan, Jakarta serta di dua kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Ada pula di SPLU PLN.

“Sudah cukup banyak (yang bersama PLN). Mungkin lebih dari puluhan. Jumlah pastinya harus ditanyakan ke mereka,” ucap dia usai peluncuran All-New BMW X5 seharga Rp 1,4 miliar beberapa waktu lalu di Jakarta.

Mercedes-Benz, di sisi lain, lebih memilih mendirikannya di mal Grand Indonesia, Jakarta. Selanjutnya, merek berlogo ‘three pointed star’ itu akan mendirikannya di perkantoran-perkantoran plus perumahan-perumahan elite.

Ketika eksekutif BMW ditanyakan mengapa tidak ikut membangun stasiun pengecasan di tempat-tempat tersebut, ia malah balik bertanya.

“Pertanyaannya adalah, pada saat pemasangan di mal, yang pakai siapa? Coba dipikir,” ujar Jodie.

Jumlah infrastruktur pengecasan mobil listrik BMW maupun Mercedes-Benz saat ini tentu masih amat sedikit jika dibandingkan dengan besarnya Indonesia. Dari sisi BMW, hal ini disebabkan oleh faktor jumlah pelanggan.

“Strategi sebenarnya sudah ditentukan sejak beberapa tahun lalu. Jadi kami akan terus melakukannya, bukan menunggu regulasi. Tapi kami juga harus berpikir logis, apabila banyak mendirikan di mana-mana, penggunanya harus dilihat berapa di Indonesia? Jadi kami melihat fungsionalitas charging station itu sendiri. Kami terus kerja sama dengan beberapa pihak tanpa menunggu regulasi. Tapi yang paling penting adalah permintaan pelanggan sehingga yang harus dikomunikasikan terus adalah benefit penggunaan mobil listrik,” papar Jodie lagi. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support