Tren SUV, Pembeli Mercedes di Indonesia Beralih dari C-Class ke GLC

Berita Otomotif

Tren SUV, Pembeli Mercedes di Indonesia Beralih dari C-Class ke GLC

JAKARTA – Tren sport utility vehicle (SUV) juga merambah ke Mercedes-Benz Indonesia. Penjualan mereka sepanjang semester satu 2020 didominasi SUV, terutama GLC.

Kariyanto Hardjosoemarto, Deputy Director Sales Operation and Product Management PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI), mengatakan bahwa mereka baru saja mengalami ‘hal baru’ pada Januari – Juni kemarin. Para konsumen memperlihatkan ketertarikan yang lebih pada SUV daripada sedan Mercedes-Benz.

Padahal, sebelum-sebelumnya, penjualan merek berlambang ‘Three-pointed Star’ itu di Indonesia selalu didominasi oleh sedan khususnya C-Class. Sekarang model yang menjadi kontributor penjualan terbanyak sudah berubah.

“Dari komposisi penjualan, saat ini GLC tertinggi. Ini hal baru, SUV memberikan kontribusi penjualan tertinggi,” jelasnya dalam konferensi pers virtual pada akhir pekan lalu.

Kariyanto menilai fenomena ini terjadi karena tren SUV di pasar global serta Tanah Air. Pasar SUV secara umum, menurutnya, memang positif.

“Secara keseluruhan, terjadi perubahan komposisi dan tren pasarnya SUV juga bertumbuh dibandingkan segmen lain,” jelas dia.

Sayang, Kariyanto tidak bersedia menerangkan secara rinci kontribusi GLC terhadap total transaksi jual – beli Mercedes-Benz pada Januari – Juni tahun ini. Total penjualan mereka sendiri, jika merujuk pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), adalah 784 unit secara wholesales (turun 49,48 persen dibandingkan periode sama pada 2019/year on year) dan 833 unit secara retail (turun 48,1 persen year on year).

Sementara ini, Mercedes-Benz harus mengaku kalah dari BMW yang merebut posisi kesatu di pasar mobil premium. Soalnya, penurunan penjualan BMW tak seburuk mereka.

Penurunan penjualan mobil keduanya adalah impak dari pandemi virus Corona (Covid-19) yang diketahui masuk ke Nusantara sejak Maret 2020. Pasar mobil nasional secara keseluruhan pada semester satu saja hanya 260.993 unit (turun 46 persen year on year) dan 290.597 unit (turun 42,1 persen year on year).

Pengurus Gaikindo sampai harus merevisi target penjualan mobil nasional dari 1,050 juta unit—tak jauh beda dari tahun lalu yang 1,030 juta unit—menjadi hanya 600 ribu unit. Malahan, ada peluang angka itu direvisi lagi pada akhir Juli atau awal Agustus. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar