Tilang Elektronik Semakin Galak di Jawa Timur

Berita Otomotif

Tilang Elektronik Semakin Galak di Jawa Timur

SURABAYA - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur akan menerapkan tilang elektronik untuk semua pelanggar lalu lintas bernopol Jatim.

Namun langkah tersebut baru akan dilaksanakan pada 10 Februari 2020. Dengan demikian maka masyarakat masih berkesempatan untuk melakukan penyesuaian diri dan Kepolisian bisa melakukan sosialisasi lebih baik.

“Mulai pekan depan (10 Februari) semua nopol Jatim akan dikenakan tilang elektronik,” terang AKBP Adhitya Panji, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim.

Sebelumnya e-tilang hanya untuk nopol L (Surabaya) dan W (Sidoarjo), namun ternyata kebijakan ini dinilai cukup efektif. Semenjak diberlakukannya Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Surabaya pada pertengahan Januari lalu, sudah ada ribuan pengendara yang melanggar. Jumlah pelanggar yang menjalani proses sidang mencapai 7.000 orang pada akhir pekan lalu.

Adhitya menjelaskan, nantinya pengendara kendaraan bermotor akan dikirimi surat konfirmasi ke alamat pelanggar sesuai data nopol kendaraan. Kemudian si pelanggar diminta konfirmasi melalui laman etle.jatim.polri.go.id. Setelah konfirmasi itu akan keluar surat tilang.

Untuk batas konfirmasi 15 hari setelah surat diterima. Bila pelanggar tidak konfirmasi, otomatis STNK akan diblokir. Pemilik kendaraan wajib membayar tilang elektronik dahulu untuk membuka pemblokiran tersebut.

Apabila setuju, pelanggar bisa langsung membayar denda tilang elektronik melalui rekening Briva BRI dengan kode masing-masing. Selain itu, pelanggar juga bisa menunggu sidang di Pengadilan Negeri Surabaya. Namun, bila pelanggar keberatan atau yang tertangkap kamera bukan dirinya harus konfirmasi ke Posko Mal Pelayanan Publik Siola, Jalan Tunjungan Surabaya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar