Revisi Target Penjualan 600 Ribu Mobil Mungkin Tinggal Tunggu Waktu

Berita Otomotif

Revisi Target Penjualan 600 Ribu Mobil Mungkin Tinggal Tunggu Waktu

JAKARTA – Asosiasi yang menaungi para pabrikan mobil di Indonesia mengaku kemungkinan revisi target penjualan mobil untuk yang kedua kalinya besar. Hanya saja, saat ini mereka masih bertahan sambil melihat situasi dan melakukan beberapa usaha.

Stefanus Soetomo, Staf Ahli Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), mengatakan hingga detik ini proyeksi penjualan mobil di Indonesia pada 2020 memang masih 600 ribu unit. Namun, sebenarnya asumsi-asumsi yang dipakai sebagai dasar proyeksi sudah meleset.

“Proyeksi penjualan 600 ribu unit itu dengan asumsi Juni – Juli pandemi (virus Corona/Covid-19) mereda, lalu penjualan 75 – 80 persennya (dari target) terjadi dari Agustus sampai Desember,” ucap dia dalam diskusi virtual KompasTalks pada Kamis (17/9/2020) sore.

Kenyataan yang ada sekarang, lanjut Stefanus, adalah angka penduduk positif virus Corona masih terus naik dan kerap mencatatkan rekor harian baru. Angka penjualan bulanan pun hingga Agustus belum seperti yang Gaikindo ekspektasikan.


“Agustus, wholesales (distribusi pabrikan ke dealer) dan retail (distribusi dealer ke konsumen) kurang-lebih sama yaitu 37 ribu unit. Masih jauh dari 80 ribu unit (rata-rata penjualan bulanan masa normal—Red). Kemungkinan besar, sih, sepertinya harus merevisi 600 ribu unit," sebut dia.

Sekadar mengingatkan, angka 600 ribu unit itu sendiri merupakan hasil revisi pada April, atau sebulan setelah pemerintah mengumumkan masuknya pandemi virus Covid-19. Tadinya, target penjualan untuk 2020 ialah 1,1 juta unit—tak jauh beda dari capaian 2019 yaitu 1,030 juta unit untuk wholesales.

Adapun raihan penjualan wholesales pada Januari - Agustus 2020 baru 323.492 unit, turun 57,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019. Angka tersebut juga baru sekitar separuh dari target 600 ribu unit, dengan sisa waktu cuma empat bulan hingga tutup tahun.


Stefanus mengaku belum mengetahui kapan akhirnya Gaikindo memutuskan koreksi target yang kedua. Mereka masih menunggu dan melihat.

“Kami bekerja berdasarkan asumsi-asumsi. Saat ini kami masih belum memutuskan asumsi mana yang dipakai dan kapan (merevisi target),” tukas dia.

Gaikindo bersama Kementerian Perindustrian saat ini sedang berusaha mengajukan pembebasan atau pemangkasan berbagai pajak mobil baru. Tujuannya adalah untuk menurunkan harga jual mobil hanya sampai Desember 2020.

Dengan begitu, diharapkan daya beli konsumen di pasar otomotif dapat meningkat. Selain itu, motivasi membeli mereka pun membesar karena punya kesempatan mengakuisisi kendaraan dengan harga jual lebih murah.


Pelaku usaha berpendapat sama dengan Gaikindo. Anton Jimmi Suwandy selaku Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor (TAM), dalam diskusi virtual yang sama juga merasa target 600 ribu unit perlu dicermati lagi.

“Jujur, melihat kondisi Agustus dan September saya rasa 600 ribu unit perlu dilihat lagi,” tukas dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar