Persaingan Keras, Target Penjualan New Toyota Avanza 2019 Tak Muluk

Berita Otomotif

Persaingan Keras, Target Penjualan New Toyota Avanza 2019 Tak Muluk

JAKARTA – Persaingan yang keras di segmen low multi purpose vehicle (LMPV) membuat Toyota Avanza facelift 2019 tak akan diberikan target tinggi oleh sang pabrikan.

Avanza facelift memang belum meluncur. Tapi, dalam wawancara dengan Mobil123.com, eksekutif Toyota sudah memberitahukan mengenai target yang nantinya dibebankan kepada model tersebut.

New Avanza 2019 sendiri dikabarkan bakal meluncur pada medio Januari ini. Foto-foto diduga Avanza facelift sendiri sudah beredar di media sosial sejak 2 Januari dan mendapat tanggapan beragam dari warganet, namun Toyota menolak mengonfirmasi.

Fransiskus Soerjopranoto, Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor (TAM), memberitahukan bahwa kehadiran Avanza terbaru tidak serta-merta membuat mereka memberikan target penjualan ambisius untuknya. Pasalnya, persaingan di segmen LMPV sejak 2017  memang tambah ‘ganas’ karena kehadiran dua pemain baru yang ia nilai sukses mengangkat pasar mobil nasional sebanyak 7 persen (retail) pada 11 bulan 2018 yaitu Mitsubishi Xpander serta Wuling Confero.

“Sekarang, kan, tampil banyak produk baru. Di satu sisi ada Xpander dan di sisi kami, kami menyiapkan Avanza dan Xenia baru bersama Daihatsu. Pemain lainnya ada MPV-MPV Wuling. Sekarang banyak,” ujarnya via sambungan telepon pada akhir pekan lalu.

Karena itulah, Toyota, menurut Soerjopranoto, memberikan target moderat 6.000 – 7.000 unit per bulan kelak pada Avanza facelift. Volume itu sama dengan rata-rata penjualan Avanza pada 2018.

“Kami enggak bisa benar-benar tahu respons pasar nantinya bagaimana. Kalau melihat sekarang (respons foto diduga Avanza facelift) ada yang pro dan kontra. Kami enggak bisa bilang pasti orang-orang akan pindah ke Avanza baru atau tetap di Xpander maupun Wuling.  Kami Cuma bisa bilang angka 6.000 – 7.000 unit per bulan adalah angka yang kami percaya (pasti tercapai). Jadi,  kami enggak ada keinginan untuk membalik lagi penjualan menjadi seperti dulu 9.000 – 10.000 unit per bulan. Tidak seperti itu,” papar dia.

Selain itu, menurut Soerjopranoto, Toyota sudah memiliki Rush generasi terbaru yang mulai didistribusikan sejak awal 2018 dan sudah membantu menutupi penurunan penjualan Avanza di segmen LMPV. Rush terbaru, berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), berhasil meningkatkan penjualannya dari rata-rata 1.670 unit per bulan pada 2017 menjadi sekitar 4.513 unit per bulan pada Januari - November 2018.

“Itu (Rush) sudah menutup (kehilangan) sekitar 3.000 unit per bulan,” tandas Soerjo. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar