Toyota: Avanza Lambat Berubah Karena Penerimaan Pasar Masih Baik

Berita Otomotif

Toyota: Avanza Lambat Berubah Karena Penerimaan Pasar Masih Baik

JAKARTA – Toyota mengklaim respons baik pasar terhadap Avanza selama lebih dari 15 tahun membuat pengembangannya berjalan lambat.

Siklus model Avanza memang lebih lama dari model-model lain yang rata-rata melakukan full model change tiap lima sampai tujuh tahun. Dengan persaingan yang sangat ketat, siklus tersebut malah bisa semakin cepat.

Avanza sendiri pertama kali hadir pada akhir 2003 sebagai produk hasil kolaborasi Toyota – Daihatsu dan mempelopori segmen low multi purpose vehicle (LMPV). Generasi kedua dari ‘saudara kembar’ Daihatsu Xenia ini, berdasarkan penelusuran Mobil123.com dari berbagai sumber, kemudian diluncurkan pada 2011.

Generasi keduanya tersebut dipertahankan dan terus-menerus hanya diberikan minor change, major change, atau facelift. Padahal, pemain di segmen LMPV terus bertambah dan persaingan makin ketat, khususnya ketika Mitsubishi Xpander plus Wuling Confero mengaspal mulai Agustus 2017.

Mitsubishi Xpander bahkan sempat mengambil alih status Avanza sebagai LMPV sekaligus mobil terlaris di Indonesia selama Januari - September 2018. Pada 15 Januari 2019, Toyota lagi-lagi hanya meluncurkan versi facelift untuk Avanza generasi kedua, namun dengan tampilan fascia depan cukup berubah yang dianggap sebagian warganet mirip Xpander.

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor (TAM), mengakui pengembangan Avanza terbilang sangat lama. Ia menjelaskan banyak pertimbangan dalam melakukan pengembangan produk.

Ia menerangkan pengembangan produk tak sekadar berbicara soal desain maupun teknis. Banyak aspek lain yang perlu diperhitungkan seperti produksi maupun kebutuhan konsumen.

“Berdasarkan studi kami beberapa tahun lalu, sepertinya DNA produk Avanza memang masih diterima oleh pasar. Tapi, memang dibutuhkan suatu penyegaran styling, fitur, dan sebagainya yang ditambahkan di atas platform serta DNA yang sudah ada. Jadi itu yang kami bicarakan beberapa tahun lalu sebelum memutuskan soal Avanza terbaru ini,” ucapnya ketika diwawancarai usai acara peluncuran Avanza facelift.

Kazutoshi Sakamoto, Executive Chief Engineer Avanza facelift, menjelaskan DNA Avanza tersebut adalah sistem penggerak roda belakang serta ground clearance tinggi. Tidak dijelaskan berapa lama pengembangan Avanza versi 2019. Tapi, prosesnya kemungkinan besar sama dengan pengembangan Xenia facelift yang memakan waktu 1,5 tahun mengingat dua produk ini dikembangkan bersama-sama.

Avanza secara total terjual lebih dari 1,7 juta unit selama 15 tahun. Namun, pada 2018, penjualannya turun dari 116 ribu unit menjadi 82 ribu unit karena kompetisi. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar