Penjualan Mobil Mewah Lebih Baik Dibandingkan Segmen Menengah-Bawah

Berita Otomotif

Penjualan Mobil Mewah Lebih Baik Dibandingkan Segmen Menengah-Bawah

JAKARTA – Penjualan di segmen mobil mewah di Indonesia juga cukup anjlok sepanjang semester satu 2020, gara-gara pandemi virus Corona (Covid-19). Akan tetapi, penurunannya masih lebih baik daripada segmennya mobil-mobil berharga terjangkau.

Kariyanto Hardjosoemarto, Deputy Director Sales Operation and Product Management PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI), mengatakan kondisi pasar mobil premium kurang-lebih sama dengan pasar mobil secara umum di tengah pandemi. Penurunan transaksi jual – beli merek-merek di dalamnya juga signifikan.

Meski begitu, pasar untuk mobilnya para orang kaya itu relatif lebih resisten. Selama Januari – Juni 2020, penurunannya ‘cuma’ 33 persen.

“Ini sedikit lebih rendah. Untuk kendaraan penumpang di pasar Indonesia secara total setahu kami turunnya di atas 40 persen, sedangkan untuk pasar mobil premium 33 persen. Jadi, impaknya sangat signifikan tapi secara data tak sebesar itu (pasar mobil nasional),” papar dia tanpa menyebutkan volumenya secara rinci, dalam konferensi pers virtual pada Kamis (24/7/2020).

Sekadar mengingatkan, berdasarkan data Gaikindo, performa pasar mobil baru di Tanah Air pada paruh pertama 2020 secara keseluruhan adalah 260.993 unit secara wholesales (dari pabrikan ke dealer). Angkanya turun 46 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).

Sementara itu, dari sisi retail (dari dealer ke konsumen), pencapaian pasar adalah 290.597 unit. Volume tersebut merosot 42,1 persen year on year. Gaikindo menargetkan capaian pasar roda empat secara total hanya 600 ribu unit pada akhir tahun nanti.

Lebih lanjut, pada semester satu tahun ini BMW Group yang terdiri dari merek BMW plus MINI menjadi pemimpin di segmen mobil mewah. Adapun Mercedes-Benz, yang biasanya bercokol di posisi tersebut, harus mengaku kalah.

Sedikit Pulih
Kariyanto menerangkan bahwa sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan sejak Juni, terjadi peningkatan permintaan di segmen mobil premium jika dibandingkan dengan sebulan sebelumnya. Ia optimistis pada semester dua performa segmen ini lebih baik daripada enam bulan pertama.

“Kami cukup percaya diri akan terjadi peningkatan dari sisi permintaan. Mungkin tak akan sekencang tahun-tahun sebelumnya karena masih ‘new normal’, pemulihan ekonomi, dan lain-lain. Tapi kami melihat tren positif ini khususnya di pasar mobil premium,” tutup dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar