Orang Kaya Ingin Aman Traveling, Penjualan Mobil Mewah Diyakini Meningkat

Berita Otomotif

Orang Kaya Ingin Aman Traveling, Penjualan Mobil Mewah Diyakini Meningkat

JAKARTA – BMW melihat munculnya tren orang – orang kaya Indonesia bepergian (traveling) ke luar kota dengan mobil pribadi, di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Tren ini dipercaya mampu mendukung pertumbuhan penjualan mobil mewah pada 2021, selain karena berjalannya proses vaksinasi dan perbaikan ekonomi.

Pandemi telah memukul penjualan mobil baru pada tahun lalu, termasuk di segmen mobil premium. Eksekutif BMW melihat kalangan kelas menengah ke atas ketika itu memang menahan pembelian sebagai dampak dari pandemi.

“Ada spending (rencana konsumsi—Red) yang tak bisa mereka buang tahun lalu. Mereka tidak bisa melakukan ini karena keterbatasan akibat Covid-19,” ucap Bayu Riyanto, Vice President Sales and Network Development BMW Group Indonesia dalam konferensi pers virtual peluncuran 3 model baru beberapa waktu lalu.


Tekanan akibat pandemi kemudian membuat mereka ramai-ramai menggelontorkan uang yang tertahan untuk berwisata sejak akhir 2020. BMW meyakini dana itu akan pula digunakan membeli mobil pribadi sebagai moda transportasi pilihan untuk traveling pada 2021.

“Saya punya teman yang bahkan dua – tiga kali ke Bali pakai mobil. Jadi, sebelumnya memang tren (cara traveling) ini yang bergeser. Mereka mencoba mencari kenyamanan dan keamanan di saat mereka harus juga menenangkan atau merelaksasi diri dari tekanan kondisi yang ada. Akhirnya, kendaraan jadi satu hal utama untuk mereka pakai sebagai people mover. Berpindah dari satu titik ke titik lain,” papar Bayu.

Tren traveling dengan mobil pribadi pada masa pandemi, menurutnya, jadi peluang yang bisa BMW manfaatkan. Apalagi, berbagai daerah di Nusantara sudah makin terhubung berkat digebernya pembangunan infrastruktur jalan tol.

BMW Seri 3 Melibas Jalan Tol di Jakarta
Ia percaya ini juga menjadi salah satu faktor yang bisa membuat penjualan mobil mewah di Tanah Air pada 2021 lebih baik dari 2020. Faktor lain adalah proses vaksinasi virus Corona yang sudah berjalan.

“Kami optimistis, sesuai dengan arahan pemerintah untuk terus bertumbuh dan berkembang di 2021. Harapannya, ada penurunan di permasalahan utama saat ini yaitu Covid-19 berkat vaksinasi ditambah perkembangan infrastruktur yang membuat penjualan tumbuh pada 2021,” tukas Bayu.

Pemerintah Indonesia sendiri meyakini ekonomi Indonesia pada 2021 lebih baik daripada 2020. Indikator - indikatornya antara lain Purchasing Managers Indonesia (PMI) di atas 51 persen serta Consumer Confidence Index (CCI) lebih dari 96 persen pada penghujung tahun lalu.

Kementerian Perindustrian malah memprediksi ekonomi nasional tumbuh 5,5 persen pada 2021. Adapun pertumbuhan ekonomi tahun lalu, menurut perkiraan Kementerian Keuangan, minus 2,2 persen.

Jodie O’Tania selaku Communication Director BMW Group Indonesia menjelaskan pihaknya akan terus melanjutkan strategi digitalisasi untuk menghadapi tahun ini. Jaringan penjualan dan purnajual luring (offline) juga masih dikembangkan. Strategi terakhir yang bisa mereka buka ialah peluncuran lebih dari 20 model baru. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar