Mengintip Seberapa Laku Mobil Prancis di Indonesia di Tengah Isu Boikot

Berita Otomotif

Mengintip Seberapa Laku Mobil Prancis di Indonesia di Tengah Isu Boikot

JAKARTA – Ajakan boikot produk Prancis sedang menggema di berbagai negara dengan banyak penduduk muslim, termasuk Indonesia. Di antara produk – produk 'Negeri Menara Eiffel' di negeri ini terdapat dua merek mobil, Peugeot dan Renault.

Sekadar mengingatkan, Prancis sejak awal Oktober 2020 sedang mendapat sorotan tajam dan wacana boikot dari umat Islam dunia. Sebabnya adalah pernyataan Presiden Emmanuel Macron yang dianggap menghina agama tersebut, ketika menanggapi aksi teror terhadap pembunuhan beberapa warga Prancis yang tetap kukuh menggambar dan mempertunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW.

Macron telah mengklarifikasi dengan menyatakan tak bermaksud mendiskreditkan Islam. Di sisi lain, ia tetap bertekad membela kebebasan warganya berkata, berekspresi, dan menggambar.

Jika melihat data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ada dua merek mobil Prancis yang saat ini menjajal pasar otomotif nasional. Keduanya ialah Peugeot dan Renault yang baru mencoba bangkit lagi setelah cukup lama tak ada pergerakan model baru di pasar.


Peugeot mulai kembali meluncurkan mobil baru dan merekonstruksi ulang lini produk sejak 2018. SUV Peugeot 3008 dan 5008 menjadi senjata mereka untuk sekarang.

Renault, di sisi lain, melakukannya mulai 2019. MPV murah Triber mereka bawa, sementara pilihan tipe bagi city car murah Kwid diperbarui. Ada pula SUV Koleos dengan harga relatif tinggi.


Penjualan mereka berdua belum seujung kuku pasar otomotif Nusantara. Data penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) Gaikindo Januari – September 2020 menunjukkan Peugeout membukukan 172 unit (naik 120 persen year on year), sedangkan Renault 170 unit (naik 18,1 persen) di saat pasar otomotif berbobot 372.046 unit (drop 50,9 persen).

Pasar beserta hampir seluruh pemain di dalamnya sendiri sedang mengalami performa negatif karena pandemi virus Corona (Covid-19). Bahkan, target penjualan mobil 600 ribu unit—hasil revisi sebelumnya yang 1,050 juta unit—di Indonesia diprediksi tak tercapai.

Davy J. Tuilan, Chief Operating Officer PT. Maxindo Renault Indonesia (MRI), tak mau berkomentar banyak soal isu ajakan boikot tersebut. Ia hanya mengatakan Renault merek yang tergabung dalam aliansi strategis otomotif global, sedangkan MRI bersama seluruh dealernya adalah Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN).

Seluruh karyawan mereka warga negara Indonesia yang disebut menjunjung tinggi nilai – nilai Pancasila. Sayang, Davy mengakui tidak mempelajari dampak ajakan boikot ke penjualan di sisa tahun ini.

“Kami di MRI tidak melakukan analisa penjualan terkait boikot produk Prancis,” ucapnya via pesan singkat pada Kamis (5/11/2020).

Rokky Irvayandi selaku Chief Executive PT. Astra International – Peugeot Sales Operation, di sisi lain, tidak merespons telepon maupun pesan singkat Mobil123.com hingga berita ini dinaikkan. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar