Renault: Jadi Merek Eropa di Indonesia Itu Tantangan Sekaligus Peluang

Berita Otomotif

Renault: Jadi Merek Eropa di Indonesia Itu Tantangan Sekaligus Peluang

JAKARTA - Renault menganggap status mereka sebagai merek mobil Eropa merupakan tantangan sekaligus peluang di pasar otomotif Indonesia.

Pasar Indonesia bisa dikatakan amat keras bagi pabrikan non-Jepang, apalagi bagi Eropa dan Amerika Serikat. Pada 2018 saja, merek-merek Jepang menguasai 97 persen pasar, merek-merek China lebih dari 1 persen, dan sisanya dibagi-bagi ke merek-merek lain.

Davy J. Tuilan, Chief Operating Officer (COO) PT. Maxindo Renault Indonesia, mengatakan awal perjalanan mereka sebagai agen tunggal pemegang merek baru Renault menggantikan Indomobil Group tak hanya berisi tantangan. Ada juga peluang yang bisa dimanfaatkan untuk membuat bisnis mereka lebih menggeliat dibanding sebelumnya.

Bicara tantangan, yang harus ditingkatkan menurutnya adalah brand awareness (kesadaran konsumen terhadap sebuah merek) dan brand value (nilai sebuah merek di mata konsumen). Brand awareness, dalam konteks pasar otomotif negeri ini, harus dilakukan antara lain dengan mempunyai produk di berbagai segmen.

“Variasi pendapatan masyarakat Indonesia ini, kan, masih lebar.. Tidak seperti misalnya di Amerika Serikat. Ujung-ujungnya, kalau mau sukses, sebuah merek harus punya produk di berbagai segmen. Bila perlu di segmen harga Rp 100 - 600 juta,” ucapnya menanggapi pertanyaan Mobil123.com dalam Media Gathering beberapa waktu lalu di Jakarta.

Banyak Pilihan
Dalam hal ini, Renault ia klaim punya peluang. Pasalnya, prinsipal mereka di ‘Negeri Menara Eiffel’ belakangan memang sudah punya visi untuk melebarkan sayap ke berbagai negara. Untuk melakukan itu, rentang maupun variasi produk pun dibuat menjadi sangat beragam.

“Dari sisi ini (lini produk yang banyak), Renault bisa. Kami punya Kwid dan Triber di Rp 100 juta-an, lalu masih ada lagi RBC di Rp 150 - 200 juta-an. Kemudian di atasnya ada Duster dengan Rp 200 - 300 juta-an. Di atas itu ada Koleos," jelas Davy.

Peluang lain adalah citra kualitas produk baik. Davy mencontohkan rasa berkendara Koleos serta perhatian terhadap detail dari sisi teknis yang membuatnya lebih senyap plus nyaman.

Renault sendiri sudah bersiap meluncurkan multi purpose vehicle (MPV) Triber dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada 18 - 28 Juli mendatang di Serpong, Tangerang. Dalam ajang yang sama, mereka bakal pula merilis satu model baru plus satu varian baru dari model yang sudah ada.

Sayang, detailnya masih dirahasiakan. Adapun model-model Renault yang saat ini masih dijual adalah Kwid, Duster, dan Koleos.

Tantangan berat lain Renault ialah membangun brand value. Untuk ‘pekerjaan rumah’ yang ini, Renault akan berfokus pada tiga hal yakni ‘aggresive product’, ‘aggressive network’, dan ‘aggressive costumers’ journey’ baik dari sisi penjualan maupun purnajual.

Soal jaringan, Renault sudah membangun lima dealer di Jabodetabek. Ada pula empat service point di Medan, Pekan Baru, Bekasi, Cinere bekerja sama dengan dealer Mitsubishi. Sampai akhir 2019, mereka ingin membangun 15 dealer. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support