Legalisasi Ganja Dikaitkan dengan Meningginya Angka Kecelakaan

Berita Otomotif

Legalisasi Ganja Dikaitkan dengan Meningginya Angka Kecelakaan

VIRGINIA – Sebuah riset terbaru mengaitkan legalisasi ganja di negara-negara bagian Amerika Serikat (AS) dengan meningkatnya angka kecelakaan di sana. Studi mendalam masih terus dilakukan, namun peneliti meminta para pemangku kebijakan di ‘Negeri Paman Sam’ mewaspadai temuan awal.

The Insurance Institute for Highway (IIHS) dan Highway Loss Data Institute (HLDI), menurut Automotive News pada Kamis (18/10/2018), mengumumkan studi terkini mengenai ganja dan angka kecelakaan. Menurut riset itu, insiden tabrakan di negara-negara bagian yang melegalkan penggunaan ganja untuk rekreasi (recreational marijuana) meningkat sampai dengan 6 persen.

Temuan tersebut hadir di saat desakan untuk mendekriminalisasikan ganja di AS makin kencang setelah Kanada mengizinkan penggunaan ganja untuk senang-senang, baru-baru ini. Kanada menjadi salah satu pionir legalisasi ganja dan kebijakan tersebut mendorong geliat pasar ganja global yang diperkirakan bernilai 150 juta dollar AS (Rp 2,28 triliun).

David Harkey, President of IIHS and HLDI, mengaku belum mengetahui pasti apakah ganja menjadi alasan utama meningkatnya angka kecelakaan di negara-negara bagian tersebut. Namun, ia menilai publik tetap harus mengetahui keterkaitan serta potensi bahaya yang terlihat di dalam studi.

Negara-negara bagian lain yang sedang mendiskusikan legalisasi ganja, menurutnya, mesti pula memperhatikan temuan ini.

“Kami tahu banyak negara bagian yang mempertimbangkan ganja untuk reakreasi diperbolehkan. Mereka harus lebih waspada dengan temuan kami di dalam data,” ujarnya.

Studi IIHS serta HLDI, sambung Harkey, mengindikasikan adanya efek negatif legalisasi ganja terhadap keselamatan lalu lintas. Dengan demikian, negara-negara bagian yang memperbolehkannya harus bersiap dengan risiko tersebut.

“Tak peduli apa pun substansi yang dikonsumsi, apakah alkohol, ganja, atau obat-obatan dengan resep dokter, mengemudi saat kondisi tidak memungkinkan tetap saja ilegal. Kita semua harus memastikan publik mengerti bahwa mereka yang sedang dalam kondisi itu tidak boleh diizinkan menyetir,” tegasnya.

Saat ini, IIHS plus HLDI sedang bekerja mendalami seberapa besar pengaruh ganja terhadap kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Harkey berharap hasilnya sudah muncul setahun hingga dua tahun mendatang.

“Berdasarkan survei yang kami lakukan sejauh ini, kami tahu ganja tidak hanya digunakan di sore atau malam hari. Benda itu juga digunakan di waktu-waktu lain di pagi atau siang hari. Kami sangat khawatir efek gangguan yang muncul saat ganja digunakan di tengah aktivitas harian,” tutupnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar