Kia Intip Peluang Perakitan Lokal, Bisa di Pabrik Indomobil atau Hyundai

Berita Otomotif

Kia Intip Peluang Perakitan Lokal, Bisa di Pabrik Indomobil atau Hyundai

JAKARTA – Kia membuka kemungkinan membuat mobil di Indonesia. Merek asal Korea Selatan ini punya beberapa opsi fasilitas perakitan yang bisa mereka gunakan di masa depan.

Kia sempat menghilang beberapa tahun di pasar Indonesia, sebelum akhirnya kembali berjualan pada akhir 2019 dan meluncurkan sport utility vehicle (SUV) Seltos pada Januari 2020. Kia bisa bangkit kembali berkat diambil alih oleh Indomobil Group, yang kemudian membentuk PT. Kreta Indo Artha sebagai agen pemegang merek.

Ario Soerjo, Marketing and Development Head PT. Kreta Indo Artha, mengatakan perencanaan produk Kia di masa depan sangat menjanjikan untuk dapat berkembang di Tanah Air. Ini yang membuat Indomobil Group mengambil alih merek ini dari agen pemegang merek sebelumnya. Kia bahkan dinilai berpotensi mengembangkan industrinya di Nusantara.

“Tidak tertutup kemungkinan nantinya kami, saat volume penjualan sudah cukup, melakukan perakitan lokal,” ucap dia dalam diskusi virtual ‘Ngobral’ di akun Facebook Mobil123.com pada 24 Juni 2020.

Kia kini masih mengimpor utuh seluruh model yang dijual di Tanah Air. Menurut Ario, perakitan lokal Kia kelak tidak harus bergantung pada pabrik Hyundai di Cikarang, Bekasi yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Pasalnya, Indomobil juga sudah memiliki fasilitas perakitan sendiri.

“Hyundai sedang mempersiapkan pabrik mereka. Saya menyebutnya masih ‘pabrik mereka’, ya. Artinya, kalau nanti kami boleh, diizinkan, diajak ke sana dan skala ekonomi kami memungkinkan, kami pun ingin. Tapi, di luar itu, Indomobil juga sudah punya sarana perakitan. Indomobil punya pabrik sendiri yang kami bisa manfaatkan kalau sewaktu-waktu permintaan terhadap Kia sudah memungkinkan,” papar dia.

Kia memang masih satu grup dengan Hyundai di ‘Negeri Ginseng’. Hyundai sendiri sedang mendirikan pabrik seluas 77,6 hektare di Cikarang dengan kapasitas produksi 150 ribu unit per tahun.

Pembangunan pabrik Hyundai dijadwalkan selesai akhir 2020. Akan tetapi, aktivitas produksi rencananya baru dimulai semester dua 2021.

Ario menjelaskan kerja sama produksi Kia dengan Hyundai di Indonesia merupakan urusan antar prinsipal di negara asal keduanya. PT. Kreta Indo Artha sebagai pemegang merek hanya berkoordinasi dengan prinsipal Kia dan mereka belum mendapatkan informasi apa-apa.

“Itu urusan prinsipal dengan prinsipal. Kalau kami, jujur, hanya berkomunikasi dengan prinsipal Kia. Kalau itu (kolaborasi produksi dengan Hyundai) sudah melewati batas wewenang dan keperluannya dari kami sendiri,” tukasnya.

Untuk mencapai skala ekonomi yang mencukup untuk perakitan lokal, tambah Ario, butuh tahapan. Kini, Kia masih fokus memperbanyak jaringan penjualan plus purnajual yang pada 2020 ditargetkan mencapai 38 outlet.

Kia hingga detik ini mempenetrasi pasar Indonesia dengan lima model. Selain Seltos, ada model-model lama yang sudah pernah dijual di ‘kehidupan sebelumnya’ yaitu Picanto, Rio, Grand Sedona maupun K-27.

Ario mengaku ke depannya masih akan ada lagi berbagai SUV dari Kia. Ada yang kelasnya di bawah Seltos, ada yang di atasnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar