Harga Kia Seltos Tak Berubah Meski Dihantam Pandemi Corona

Berita Otomotif

Harga Kia Seltos Tak Berubah Meski Dihantam Pandemi Corona

JAKARTA – Harga Kia Seltos di Indonesia benar-benar ditahan di angka yang sama sejak mengaspal enam bulan lalu, tepatnya pada Januari 2020. Padahal, kurs rupiah sempat amat fluktuatif di masa pandemi virus Corona (Covid-19) dan anjlok di kisaran Rp 16 ribu-an per dollar AS.

Seltos merupakan sport utility vehicle (SUV) dari Kia yang meluncur di Nusantara pada 20 Januari kemarin. Rentang harganya ketika pertama kali diperkenalkan adalah Rp 295 – 355 juta on-the-road Jakarta dengan fitur yang teramat lengkap sekaligus canggih di kelasnya.

“Sampai hari ini, per akhir Juni ini, harga Seltos dan semua model Kia lain belum ada yang berubah sejak Januari. Jadi, tiga varian Seltos mulai dari paling standar € Rp 295 juta, tipe EX yang di tengah Rp 320 juta, dan tipe teratasnya masih Rp 355 juta on-the-road Jakarta,” ucap Ario Soerjo, Marketing and Development Division Head PT. Kreta Indo Artha dalam diskusi virtual bertajuk ‘Ngobral’ di Facebook Mobil123.com baru-baru ini.

Kebijakan ini diambil ketika kurs rupiah terhadap dollar AS sempat ambruk, pascapandemi virus Corona melanda Tanah Air sejak awal Maret. Kurs yang pada awal tahun ada di rentang Rp 13 – 14 ribu per dollar AS sempat terdepresiasi gila-gilaan ke level Rp 16.000-an per dollar AS pada pertengahan Maret hingga medio April.

Nilai tukar rupiah, jika mengacu pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada 10 – 26 Juni, berada di level Rp 14 ribu-an per dollar AS.

“Kemarin memang sempat deg-degan karena (kurs rupiah terhadap) dollar AS-nya melonjak gila-gilaan,” kata Ario.

Belum Perlu
Ketika ditanyakan alasan menahan harga, dia hanya mengaku bahwa kebijakan sebaliknya dirasa belum perlu. Kemudian, unit-unit Seltos yang ada sekarang pun merupakan stok yang sudah datang dari pabriknya di India pada awal 2020 dan itu cukup membantu kebijakan harga yang mereka lakukan. Pengapalan stok selanjutnya sempat lama karena India memberlakukan lockdown yang baru dilonggarkan mulai awal bulan ini.

“Mobil-mobil yang belum ada di Jakarta ditahan di pabriknya karena Covid-19. Jadi ini menjadi setengah berkah juga buat kami. Sekarang, kan, kurs sudah mulai stabil lagi. Pengiriman juga sudah mulai ada lagi perlahan-lahan,” tandas Ario.

Sebagai informasi, penjualan mobil baru di Indonesia kini sedang amat jatuh akibat pandemi. Penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) pada Mei 2020 turun 95 persen ketimbang periode yang sama pada 2019 (year on year) menjadi 3.551 unit, sedangkan penjualan Januari – Mei 2020 drop 41 persen menjadi 248.310 unit.

Informasi dari pelaku industri menyebut stok di pasar melimpah. Hendrayadi Lastiyoso, Marketing and CR Division Head PT. Astra International – Daihatsu Sales Operation, dalam diskusi virtual pada pekan lalu menggambarkan bahwa pada Maret silam stok di pasar bisa untuk tiga bulan ke depan.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah merevisi target penjualan mobil 2020 menjadi 600 ribu unit saja. Padahal, target sebelumnya adalah 1,050 juta unit, tak jauh beda dari realisasi 2019 yaitu 1,030 juta unit. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar