Ini Perbandingan Biaya Operasional Motor Listrik dan Bensin

Berita Otomotif

Ini Perbandingan Biaya Operasional Motor Listrik dan Bensin

JAKARTA – Pemerintah Indonesia memastikan bahwa biaya operasional kendaraan listrik akan jauh lebih mudah bila dibandingkan dengan kendaraan bermesin konvensional.

Hal ini disampaikan oleh Rida Mulyana, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM beberapa waktu lalu. Dia menegaskan bahwa saat ini Pemerintah sudah mengatur biaya pengisian daya kendaraan agar tetap menguntungkan masyarakat.

Tarif pengisian daya diatur. Jadi tarifnya ada dua, tarif saat masuk ke SPKLU dan tarif konsumen mengisi daya. Nah keduanya sudah diatur dalam Peraturan menteri. Di sana ada tarif curah tapi juga ada faktor pengali dan iti menjadi domain PLN untuk menentukannya. Makanya nantu setiap pengusaha SPKLU pasti akan berhubungan dengan PLN dan itu B to B,” terangnya.

Tak hanya itu, Ia juga menegaskan dalam Peraturan Menteri juga sudah disebutkan terkait biaya pengisian daya. Meski demikian, PLN kembali yang menjadi penentu berapa tarif yang dinilai sesuai untuk konsumen.

Ini Perbandingan Biaya Operasional Motor Listrik dan Bensin
“Tetapi bisa saya pastikan, berapapun batasan yang dikeluarkan oleh PLN, dengan formulasi Peraturan Menteri yang kita punya, harga pengisian daya akan lebih kompetitif dibandingkan negara-negara lain. Masyarakat akan diuntungkan karena biaya pengisian daya kendaran listrik cukup signifikan,” terangnya.

Dalam video yang ditayangkan di Youtube, Kementerian ESDM menyebutkan bahwa pengguna sepeda motor listrik bisa menghemat lebih dari Rp 141 ribu per bulan. Jumlah ini dinilai cukup menguntungkan pemilik kendaraan.

Berdasarkan video tersebut diperlihatkan bahwa sebuah sepeda motor listrik memiliki kapasitas baterai 2 kWh yang cukup untuk menempuh perjalanan sejauh 60 Km. Sementara tarif listrik PLN adalah Rp 1.467 per kWh. Bila diasumsikan sepeda motor menempuh jarak 60 km per hari maka biaya operasional sepeda motor listrik dalam satu bulan adalah Rp 88.020 per bulan.

Sedangkan untuk sepeda motor berteknologi kovensional perhitungannya berdasarkan harga Pertalite yaitu Rp 7.650. Jika sepeda motor tersebut membutuhkan 1 liter bensin untuk menempuh jarak 60 km, maka pengeluaran pemilik kendaraan adalah Rp 229.500 per bulan. Dengan demikian, biaya operasional sepeda motor listrik lebih murah Rp 141.480 per bulan. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar