10 Model Motor Listrik Baru Sedang Bersiap Meluncur di Indonesia

Berita Otomotif

10 Model Motor Listrik Baru Sedang Bersiap Meluncur di Indonesia

JAKARTA – Berbagai pabrikan roda dua sedang bersiap merilis sepeda motor listrik di Indonesia, sumber pejabat Kementerian Perindustian.

Putu Juli Ardika selaku Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian menjelaskan persiapan para pelaku usaha untuk menyambut era kendaraan listrik di Tanah Air mulai 2021 tidak berhenti saat pandemi virus Corona (Covid-19). Bahkan, jika berbicara khusus soal roda dua, sudah ada cukup banyak pabrikan yang mengajukan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) untuk calon kendaraan listrik mereka selama pandemi.

“Kalau dilihat pada masa pandemi Covid-10 kami sudah memverifikasi sekitar 10 kendaraan roda dua untuk mendapatkan NIK,” ucap dia dalam diskusi virtual yang diadakan Vivanews beberapa waktu lalu.

Sekadar mengingatkan, pemerintah sudah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019. Di dalamnya terdapat insentif fiskal maupun nonfiskal bagi kendaraan listrik (hybrid, plug-in hybrid, 100 persen baterai) mulai 2021, dengan harapan harga jualnya dapat ditekan sehingga dalam tiga sampai lima tahun industrinya tercipta di Indonesia.

Meski insentif belum diberikan, sudah ada pelaku industri di Indonesia yang merilis motor listrik. Sebut saja, misalnya, Gesits dan Viar. Merek besar Honda juga telah merilis PCX hybrid namun khusus untuk fleet.

Pengajuan NIK sendiri, atau dalam bahasa Inggris disebut VIN (Vehicle Identification Number), termasuk dalam persyaratan awal untuk memproduksi kendaraan. Setelah mendapatkannya, pabrikan barulah melaksanakan uji tipe, kemudian barulah produksi massal.

Sayangnya, Putu tidak bersedia mengungkap identitas rinci dari kesepuluh model motor listrik yang telah mengajukan NIK di masa pandemi. Ia hanya menyebut bahwa total kapasitas produksi untuk motor listrik sejauh ini sudah 850 ribu unit per tahun.

“Kapasitasnya sudah 850 ribu unit per tahun. Ini cukup besar,” tandas dia.

Pemerintah telah menargetkan 20 persen produksi kendaraan di Indonesia, baik itu roda dua mapun roda empat, pada 2025 disumbangkan kendaraan berbasis baterai. Untuk roda dua, volumenya diperkirakan setara dengan 2 juta unit. Sementara itu, untuk roda empat, volumenya diproyeksikan setara dengan 400 ratus ribu unit. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar