Luhut: Minat Tesla Investasi di Indonesia Kuat!

Berita Otomotif

Luhut: Minat Tesla Investasi di Indonesia Kuat!

JAKARTA – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Tesla amat berminat berinvestasi di Indonesia. Mereka juga segera datang ke negeri ini untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut.

Sekadar mengingatkan, ketertarikan Tesla untuk menanamkan modal di Tanah Air pertama kali dibeberkan oleh kementerian tersebut pada Oktober 2020. Pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat ini disebut sudah mengontak Luhut via telepon untuk memberitahukannya.

Presiden Joko Widodo bulan lalu bahkan sempat ingin mengirimkan delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Luhut bertemu para eksekutif Tesla di 'Negeri Paman Sam', untuk membicarakannya. Akan tetapi, rencana batal karena hasil rapid test Covid-19 Chief Executive Officer Tesla Elon Musk menunjukkan hasil reaktif.


Selanjutnya, Jokowi—sapaan Joko Widodo—pada 11 Desember lalu menelpon langsung Musk. Luhut ketika itu  jugaturut mendampingi 'RI 1'.

Luhut, dalam kata sambutannya di acara Public Launching Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang disiarkan secara virtual pada Kamis (17/12/2020), tak lupa menyinggung soal kemungkinan investasi Tesla. Menurut dia, perusahaan otomotif paling bernilai di dunia tersebut sudah menyatakan minat kuat ketika berbicara via sambungan telepon.

“Tesla juga telah menyampaikan minat kuat untuk investasi di Indonesia dan mereka akan melakukan kunjungan pada Januari 2021,” tukas purnawirawan jendral TNI Angkatan Darat ini dalam siaran di akun YouTube Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Menurut dia, pemerintah ingin mendorong investasi perakitan kendaraan listrik dan komponennya di Tanah Air melalui insentif-insentif dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 yang mulai berlaku pada Oktober 2021. Negara ini juga ingin menjadi bagian dari rantai suplai komponen kendaraan listrik di dunia karena memiliki sumber daya alam yang menjadi bahan baku baterai lithium-ion.

Potensi Indonesia sebagai produsen kendaraan listrik ia sebut amat besar. Ini dibuktikan dengan adanya komitmen investasi dari berbagai pabrikan otomotif global.


“Antara lain Hyundai yang telah melakukan investasi untuk membangun basis produksi kendaraan listrik,” sebutnya.

Sebagai informasi, bukan hanya Hyundai yang sudah menyatakan komitmen investasi. Ada lagi misalnya Toyota, produsen baterai listrik terbesar dunia asal China CATL, maupun LG Chemicals. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar