Daihatsu: Penjualan Xenia Turun Karena Konsumen Wait and See di Tahun Politik

Berita Otomotif

Daihatsu: Penjualan Xenia Turun Karena Konsumen Wait and See di Tahun Politik

JAKARTA - Daihatsu Xenia facelift membukukan performa negatif di pasar otomotif Indonesia pada kuartal satu 2019. Menurut sang pabrikan, ini disebabkan oleh para konsumen yang menunda pembelian karena pemilu atau tahun politik.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Daihatsu, Xenia membukukan penjualan wholesales (distribusi pabrik ke dealer) 9.907 unit selama Januari - Maret kemarin. Sementara itu, dari sisi penjualan retail (dealer ke konsumen), volume kendaraan yang sedang didiskon Rp 15 juta ini mencapai 6.813 unit.

Dari sisi wholesales, pertumbuhan Xenia yang baru saja hadir versi facelift-nya pada Januari tersebut naik 14,97 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year). Namun, dari sisi retail, volumenya turun 20,2 persen year on year.

Ketika dimintai tanggapan mengenai hal ini, Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT. Astra Daihatsu Motor (ADM), menunjuk sentimen tahun politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden antara Joko Widodo dengan Prabowo Subianto pada 17 April sebagai biang keladinya. Para konsumen banyak yang menunggu dan menantikan bagaimana imbas Pemilu yang berhawa cukup panas ini terhadap banyak hal sehingga menunda aktivitas jual-beli mobil.

“Yang banyak turun itu konsumen fleet (korporasi). Mereka banyak wait and see,” jelas Amel ketika dihubungi Mobil123.com baru-baru ini.

Tertahannya permintaan dari para konsumen fleet sangat terasa bagi Xenia. Amel mengatakan kontribusi mereka terhadap total penjualan low multi purpose vehicle (LMPV) tersebut cukup banyak, tanpa menyebutkan persentase detailnya.

Mobil123.com sempat menanyakan jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) terkini yang sudah dikumpulkan ‘saudara’ Toyota Avanza tersebut. Akan tetapi, Amel menolak memberitahukan.

“Tunggu setelah tutup bulan April ya,” responsnya.

Angka SPK Xenia terakhir yang dibeberkan Daihatsu adalah 6.500 unit sepanjang Januari – Februari.

Tahun politik tak hanya berdampak pada Xenia, tapi juga pada penjualan Daihatsu secara keseluruhan. Korporasi otomotif yang dimiliki sepenuhnya oleh Toyota ini membukukan wholesales 50.699 unit sepanjang kuartal satu kemarin, turun 1,95 persen year on year.

Adapun retail Daihatsu berjumlah 47.490 unit. Penurunannya secara year on year adalah 1,72 persen.

“Semoga setelah Pemilu Indonesia aman dan damai sehingga ekonomi jadi bergairah dan bisnis mobil berkembang lagi,” harap Amel. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support