Penjualan Daihatsu Xenia Turun di 2 Bulan Pertama 2019, Ini Alasannya

Berita Otomotif

Penjualan Daihatsu Xenia Turun di 2 Bulan Pertama 2019, Ini Alasannya

JAKARTA - Penjualan Daihatsu Xenia turun pada dua bulan pertama 2019 jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year). Salah satu alasannya menurut eksekutif Daihatsu adalah karena waktu peluncuran versi facelift yang memang baru dilakukan pada pertengahan Januari.

Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT. Astra Daihatsu Motor (ADM), menjelaskan penjualan retail (dari dealer ke konsumen) Xenia pada Januari - Februari kemarin adalah 4.745 unit. Sementara wholesales (dari pabrik ke dealer) berjumlah 6.244 unit.

Performa retail, jika menilik data yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) turun 17,23 persen year on year dari 5.733 unit menjadi 4.745 unit. Adapun wholesales turun tipis 3,06 persen year on year dari 6.441 unit menjadi 6.244 unit.

Daihatsu sendiri di awal tahun merilis Xenia facelift, berbarengan dengan hadirnya sang saudara kembar yakni Avanza facelift. Lantas, kenapa penjualannya malah melesu?

“Ini karena Xenia baru meluncur 15 Januari. Jadi data tersebut masih sesuai target kami. Kalau dibandingkan periode sama di 2018, model lama, kan, (dijual) penuh dua bulan. Xenia baru hanya 1,5 bulan,” ucap Amelia ketika dihubungi Mobil123.com pada Senin (18/3/2019) di Jakarta.

Alasan kedua menurut dia adalah proses Bea Balik Nama (BBN) harus menunggu keluarnya tarif terbaru.

“Di awal-awal peluncuran, untuk BBN masih belum bisa karena tabel BBN belum keluar. Jadi Xenia baru bisa proses BBN sekitar pertengahan Februari,” tandasnya lagi.

Xenia facelift mengemban target penjualan 3.000 unit per bulan. Dibandingkan dengan transaksi jual-beli Xenia lawas yang rata-rata 2.400 - 2.500 unit tiap bulan, peningkatannya mencapai kisaran 500 unit.

Sebagai informasi, Xenia selama ini hampir selalu menjadi low multi purpose vehicle (LMPV) terlaris kedua setelah Avanza, sejak dua model tersebut hadir di Tanah Air pada 2004. Kalau melihat data wholesales Gaikindo, tempat kedua hanya berhasil direbut LMPV merek lain pada 2014 (oleh Honda Mobilio), 2015 (Mobilio), serta 2018 (Mitsubishi Xpander).

Kompetisi di segmen tersebut makin keras setelah pada 2017 muncul dua pemain baru. Selain Xpander, ada pula Wuling Confero. Pada tahun ini, Nissan Livina yang sudah lama ‘mati suri’ juga ‘dihidupkan’ kembali. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support