Volkswagen Berhemat Habis-habisan Demi Biayai Pengembangan Mobil Listrik

Berita Otomotif

Volkswagen Berhemat Habis-habisan Demi Biayai Pengembangan Mobil Listrik

WOLFSBURG – Volkswagen (VW) Group bakal berhemat habis-habisan untuk meningkatkan profitabilitas, juga untuk investasi pengembangan mobil listrik baru pada masa depan.

Salah satu pabrikan terbesar dunia tersebut baru-baru ini mengumumkan rencana penghematan sebesar 3 miliar euro (Rp 49,44 triliun) hingga 2023. Padahal, sebelumnya VW Group sudah membeberkan rencana pemangkasan anggaran dengan jumlah yang sama.

“Pada 2020 kami akan mencapai penghematan biaya tiga miliar euro dan sekarang kami menargetkan tambahan penghematan tiga miliar euro lagi sampai dengan 2023,” kata Arno Antlitz, Member of the Board VW Group dalam sebuah konferensi pers di Wolfsburg, Jerman.

Penghematan diperlukan karena VW Group masih dalam masa pemulihan pasca skandal manipulasi data emisi gas buang pada 2015. Skandal itu membuat mereka wajib membayar denda dan ganti rugi dalam jumlah besar sehingga pengembangan mobil listrik secara agresif yang menjadi ambisi mereka perlu dilakukan dengan penghematan terlebih dahulu.

Pabrikan asal Jerman ini berencana menggelontorkan investasi hingga lebih dari 11 miliar euro (Rp 181,31 triliun) hingga 2023 untuk pengembangan mobil listrik, digitalisasi, mobil otonom, plus layanan mobilitas. Banyak di antara uang tersebut yang difokuskan untuk mobil listrik.

Pemotongan pengeluaran kelak membuat VW mencapai margin lana setidaknya 6 persen pada 2022. Hal tersebut tiga tahun lebih cepat dari target awal.

Banyak kebijakan yang mereka lakukan demi ‘berpuasa’. Di antara yang disebutkan adalah mereduksi biaya-biaya adminstrative, mengurangi kompleksitas dan kuantitas model, plus menggenjot produktivitas di pabrik.

“Pada tahun depan, kami akan mendiskontinyu 25 persen varian mesin serta girboks pada model-model kami di pasar Eropa,” Ralf Brandstätter, Chief Operating Officer VW, mencontohkan.

VW bersiap pula melakukan pengurangan tenaga kerja di pabrik. Namun, mereka menegaskan bakal melakukannya tidak dengan cara otoriter.

VW kini sedang berdiskusi dan berkomunikasi dengan serikat buruh mereka. Komunikasi diklaim ‘berjalan dengan konstruktif’.

VW kemudian menerangkan saat ini sedang menjajaki pembentukan aliansi dengan pabrikan asal Amerika Serikat Ford. Menurut mereka, prosesnya sejauh ini ‘berjalan baik’.

Akan tetapi, informasi lebih banyak mengenainya baru bisa diberikan pada awal 2019. Kedua pihak sedang mengeksplorasi area-area kerja sama potensial, termasuk yang mengenai mobil listrik serta mobil otonom. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar