Toyota: Kelas Menengah Atas Hingga Bawah Sudah Minat Beli Mobil Hybrid

Berita Otomotif

Toyota: Kelas Menengah Atas Hingga Bawah Sudah Minat Beli Mobil Hybrid

JAKARTA – Toyota menilai peminat mobil hybrid di Indonesia saat ini sudah tak terbatas di kalangan orang kaya saja, berkat edukasi mengenai teknologi tersebut kepada masyarakat.

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor, mengatakan pemahaman masyarakat Indonesia terhadap teknologi mobil listrik termasuk hybrid sudah makin banyak berkat edukasi yang dilakukan berbagai pihak. Beragam kekhawatiran yang dulu ada di benak mereka pun mulai teratasi.

“Beberapa tahun lalu, masyarakat belum banyak mengerti mengenai mobil hybrid sehingga khawatir berlebihan. Takut menyetrum, lalu berpikir resale value (harga jual kembali) bagaimana. Tapi, semakin banyak model yang dijual, konsumen maupun dealer semakin percaya diri bahwa mobil hybrid ini canggih dan menjadi solusi menarik bagi konsumen,” ucapnya menjawab pertanyaan Mobil123.com dalam konferensi pers virtual peluncuran Corolla Cross pada Kamis (6/8/ 2020) kemarin.

Corolla Cross yang baru diperkenalkan Toyota di Indonesia sendiri mempunyai opsi hybrid untuk menemani tipe mesin bensin 1.8-liter. Harga on-the-road Jakartanya Rp 497,8 juta dan menjadi mobil hybrid termurah di Tanah Air saat ini.

Dengan semakin sadarnya konsumen terhadap teknologi ini, kebutuhan muncul terhadapnya muncul. Sekarang, menurut Anton, tinggal bagaimana pabrikan secara konsistem meluncurkan produknya.

“Saya rasa enggak hanya di (konsumen mobil) kelas atas. Di segmen medium, bahkan di segmen bawah pun sebenarnya sudah banyak menanyakan produk-produk electrified vehicle (kendaraan terelektrifikasi),” lanjut dia.

Sebagai informasi, Toyota termasuk pemain di industri otomotif yang paling gencar mengedukasi soal mobil listrik, khususnya yang berteknologi hybrid, dalam beberapa tahun belakangan. Ini terkait dengan rencana pemerintah memberikan insentif fiskal maupun non-fiskal bagi kendaraan berbasis baterai (hybrid, plug-in hybrid (PHEV), atau 100 persen listrik) mulai 2021, agar harga jualnya turun dan industrinya tercipta di Indonesia.

Pemerintah menargetkan pada 2025, 20 persen dari kendaraan yang diproduksi lokal—roda dua maupun roda empat—dikontribusikan oleh yang berbasis baterai. Untuk roda empat, volumenya diperkirakan setara dengan 400 ribu unit.

Secara total, Toyota kini sudah menjual enam kendaraan berbasis baterai. Ada Camry hybrid, Corolla hybrid, Alphard Hybrid, C-HR hybrid, Prius PHEV, dan terakhir Corolla Cross hybrid. Mereka sudah mengungkapkan rencana menjual mobil hybrid murah pada masa mendatang.

Pada 2022, Toyota dan Daihatsu berencana mulai melakukan produksi lokal mobil hybrid. Jenis bodinya ialah MPV serta SUV. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar