Mobil Hybrid Murah Toyota Kemungkinan Gunakan Platform Daihatsu

Berita Otomotif

Mobil Hybrid Murah Toyota Kemungkinan Gunakan Platform Daihatsu

JAKARTA - Toyota mengakui kemungkinan menggunakan platform Daihatsu New Global Architecture (DNGA) untuk mobil hybrid murah mereka di Indonesia kelak.

Daisuka Itagaki, Senior Managing Coordinator Toyota Engineering and Manufacturing Co., Ltd, mengakui bahwa DNGA menjadi salah satu harapan mereka dalam riset dan pengembangan mobil hybrid murah di Indonesia. Informasi mengenai rencana meluncurkan mobil hybrid murah ini sendiri pertama kali diketahui dari Anton Jimmi Suwandy selaku Direktur Pemasaran PT. Toyota Asta Motor (TAM) dalam wawancara pada awal 2019 di Jakarta.

“Saya harap DNGA milik Daihatsu bisa digunakan untuk mencapai harga lebih terjangkau seandainya kami bisa pasang sistem (hybrid) kami di sana. Kami harus pelajari ini bersama Daihatsu,” ucap Itagaki meladeni pertanyaan Mobil123.com beberapa waktu lalu.

Meski begitu, aku Itagaki, belum ada keputusan pasti mengenai platform mobil hybrid murah Toyota nantinya. Ia menjelaskan bahwa Toyota punya beberapa partner untuk pengembangan mobil listrik di industri otomotif global.

Indonesia memang sudah memasuki era mobil listrik dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan yang berisi 17 insentif. Dengan aturan ini, pemerintah berharap harga mobil berteknologi ramah lingkungan tersebut bisa lebih terjangkau, sehingga pasar maupun industrinya bisa tercipta.

Toyota dan Daihatsu sudah memastikan bakal merakit mobil hybrid di Indonesia pada 2022. Daisuke membuka kemungkinan mobil hybrid murah Toyota dirakit di pabrik Daihatsu, seperti mobil-mobil konvensional hasil kolaborasi mereka selama ini seperti Avanza - Xenia maupun Rush - Terios.

“Kami harap begitu. Tapi kami belum memutuskan apapun,” klaim Itagaki.

Pada 2025, menurut peta jalan (road map) pemerintah, industri otomotif dalam negeri harus sudah memproduksi mobil listrik sebanyak 20 persen dari total produksi mobil nasional. Begitu pula dengan sepeda motor listrik.

Di masa-masa awal, pemerintah memperbolehkan impor utuh kendaraan listrik terlebih dahulu dalam jumlah dan jangka waktu terbatas. Syaratnya adalah merek tersebut harus sudah berkomitmen memproduksinya secara lokal pada masa mendatang.\

Pemerintah juga ingin membangun 1.000 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pada 2025. Jumlahnya bertambah menjadi sekitar 10 ribu SPKLU pada 2050. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support