Toyota - Daihatsu Bikin MPV dan SUV Hybrid di Indonesia Mulai 2022

Berita Otomotif

Toyota - Daihatsu Bikin MPV dan SUV Hybrid di Indonesia Mulai 2022

JAKARTA - Toyota, beserta satu merek lagi yang mereka kuasai yaitu Daihatsu, bakal melakukan perakitan mobil hybrid di Indonesia hanya tiga tahun dari sekarang.

Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian, mengatakan bahwa pabrikan-pabrikan otomotif Jepang sudah bersiap melakukan produksi mobil listrik, khususnya yang berteknologi hybrid, di Tanah Air. Dua di antaranya, Toyota dan Daihatsu, bahkan sudah membeberkan waktunya.

Susumu Matsuda, Deputy Chief Executive Officer (CEO) Toyota Motor Corporation, saat menerima kunjungan Airlangga di Tokyo pada Rabu (29/5/2019) malam waktu setempat, mengumumkan rencana Toyota maupun Daihatsu memproduksi mobil hybrid di pabrik mereka di Indonesia pada 2022. Adapun jenisnya antara lain multi purpose vehicle (MPV) plus sport utililty vehicle (SUV).

“Kami menilai, kedua jenis mobil tersebutlah yang akan lebih diminati para konsumen di Indonesia. Kami sedang mempersiapkan produksinya,” ucap Matsuda, seperti dijabarkan pernyataan pers Kementerian Perindustrian yang diterima Mobil123.com.

Toyota pada tahun ini merilis C-HR hybrid berharga on-the-road Jakarta Rp 500 juta-an. Akan ada lagi satu model hybrid yang masih dirahasiakan.

Salah satu merek mobil terlaris ini juga berniat menjual mobil hybrid murah di Nusantara pada masa mendatang. Daihatsu, di sisi lain, belum terlihat pergerakannya.

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia memang berniat mendorong pertumbuhan kendaraan ramah lingkungan, khususnya mobil hybrid dan mobil listrik, dengan menyiapkan insentif pajak di dalam regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) yang saat ini masih disusun. Diharapkan, insentif tersebut membuat mobil-mobil berbahan bakar alternatif dapat berharga lebih terjangkau.

Menperin pun, di sela-sela kunjungannya ke Jepang, juga mengingatkan bahwa mobil hybrid punya keunggulan dalam efisiensi bahan bakar hingga 50 persen dibandingkan mesin konvensional, menurut hasil riset gabungan antara Toyota dengan universitas-universitas negeri terkemuka di Indonesia.

“Selain itu, adanya kemudahan dari maintenance dari kendaraan-kendaraan berbasis elektrik,” jelasnya.

Dalam peta jalan (roadmap) industri otomotif nasional, regulator juga menargetkan produksi mobil hybrid serta listrik berkontribusi 20 persen dari total unit pada 2025. Di dalam regulasi, pemerintah juga mengatur ulang pajak untuk mobil-mobil sedan, diesel, low cost green car (LCGC).

Airlangga menjelaskan peraturan LCEV nantinya memberikan tenggat waktu atau periode transisi selama dua tahun. Adapun kelonggaran yang diberikan adalah dua tahun.

“Maka itu, kami berharap, pelaku industri otomotif asal Jepang bisa mulai merealisasikannya pada 2021 atau 2022,”  tandas dia yang juga mengunjungi pabrik baterai mobil listrik di Hamamatsu.

Meski regulasi LCEV belum keluar, investasi asing untuk memproduksi komponen mobil listrik sudah masuk. Di antara adalah dari PT. QMB New Energy Materials di Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah yang membenamkan 700 juta dollar AS. Pabrik yang menghasilkan material energi baru dari nikel laterit untuk bahan baku baterai mobil listrik tersebut dijadwalkan beroperasi pada pertengahan 2020. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support