Sejarah, Mobil Pertama Buatan Hyundai dan Drama Korea Produksinya

Berita Otomotif

Sejarah, Mobil Pertama Buatan Hyundai dan Drama Korea Produksinya

SEOUL - Hyundai memulai sepak terjangnya di pasar otomotif dunia melalui sebuah mobil bernama Hyundai Pony.

Berbicara soal Hyundai, tak lepas dari aksi akselerasi evolusi yang pernah mereka lakukan beberapa kali dan tergolong berani terutama soal pendanaan. Evolusi puncak terakhir tentu terjadi di pertengahan tahun 2000an dimana mereka merekrut nama-nama besar di dunia otomotif, Hyundai built a dream team to do the miracle. 

Desainer ternama Peter Schreyer mereka rekrut dari Audi. Kemudian nama besar seperti Manfred Fitzgerald dari Lamborghini, Luc Donckerwolke dari Bentley Albert Bierman dan Thomas Burkley dari BMW. Kemudian setelah Peter Schreyer hengkang, Hyundai menggantinya dengan Lee Sang-yup pasca melepas karir dari Bentley.

Hasilnya, desain-desain produk Hyundai menjadi perhatian dunia. Jika melihat produk Hyundai akhir-akhir ini tak salah jika mereka termasuk pabrikan otomotif dengan desain-desain paling radikal, seperti Hyundai Tucson generasi terbaru. Dan punya range produk cukup lengkap dari mulai hatchback subkompak hingga crossover mewah. 

Namun tahukah Anda, bagaimana Hyundai mengawali semuanya. Mungkin jarang yang mengetahui bahwa pabrikan otomotif raksasa asal Korea ini memulai produksi pertamanya 45 tahun lampau dengan meluncurkan Hyundai Pony.

Hyundai Pony, mobil pertama buatan hyundai
Modal Hyundai untuk membuat dan memproduksi mobil pertamanya tahun 1975 boleh dibilang cukup lengkap dari sisi infrastruktur serta pengalaman. Untuk diketahui, sebelum tahun 1975, Hyundai adalah pabrikan perakit mobil-mobil buatan Ford guna kebutuhan pasar dalam negeri Korea Selatan, mereka merakit Ford Cortina, Taunus dan Granada.

Dan jauh sebelum membuat dream team di tahun 2000an, untuk membuat Hyundai Pony, Hyundai mengakselerasi timnya dengan merekrut beberapa mantan engineer Moris yang paham dalam urusan development juga produksi mobil. Hyundai saat itu juga mendapat dukungan dari Mitsubishi untuk urusan mesin Pony serta beberapa suku cadang dari mobil yang mereka yakni Ford Cortina.

Yang menarik, meski tampak sederhana, Hyundai Pony ternyata didesain oleh sang legenda Giorgetto Giugiaro. Desainer legendaris asal Italia ini tentu punya karya yang tak main-main seperti Ferrari 250 GT Berlinetta, Maserati Merak dan Ghibli, Lotus Esprit S1, VW Golf MK1 hingga mobil bintang film Back to The Future Delorean DMC-12.

Hyundai Pony pertama ditampilkan pada Turin Motor Show 1974, dan ini disebut sebagai tonggak sejarah Hyundai. Kala itu tampilan Pony cukup banyak dikagumi meski akhirnya disebut tidak terlalu berhasil.

Hyundai Pony, mobil pertama buatan hyundai
Jumlah penjualan Pony sendiri biasa-biasa saja dan cukup membuat Hyundai terjepit dalam dilema. Dengan beragam pengembangan, Pony dianggap sebuah mobil berharga mahal di pasar dalam negeri Korea Selatan. Di sis ialin Hyundai mengalami kesulitan untuk bisa mengekspornya ke Eropa dan Amerika Utara. 

Hyundai pun memperbaharui startegi mereka terhadap Pony untuk memperluas pasar, selain hatchback, mobil berpenggerak roda belakang ini dibuat menjadi model pickup dan station wagon pada 1976-1977. Kemudian berhasil diekspor ke negara-negara Amerika Selatan seperti Chili, Argentina, Colombia dan Ekuador hingga ke Mesir pada 1976. Selanjutnya masuk ke pasar Eropa lewat Belgia dan Belanda serta Yunani, sementara Pony generasi berikutnya pada 1983 dijual di Inggris.

Hyundai Pony kemudian disebut sebagai pondasi Hyundai yang akan selalu dikenang. Di awali oleh Pony, kini Hyundai telah menjual jutaan mobil ke seluruh dunia. Pada 2019, tercatat Hyundai telah menjual lebih dari 4.4 juta mobil dari beragam model.

Hyundai sendiri tidak ingin melupakan Pony begitu saja. Untuk memberi penghormatan dan mengenang Pony, Hyundai menciptakan sebuah mobil konsep bertenga listrik bernama Hyundai 45 Concept.

Hyundai Pony, mobil pertama buatan hyundai

[Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar