Renault Diminta Pecat Carlos Ghosn oleh Pemerintah Perancis

Berita Otomotif

Renault Diminta Pecat Carlos Ghosn oleh Pemerintah Perancis

PARIS - Carlos Ghosn diminta oleh Menteri Keuangan Perancis untuk meninggalkan Renault dari posisinya saat ini.

Bruno Le Maire, Menteri Keuangan Perancis mengatakan bahwa saat ini Ghosn sudah tidak memimpin Renault lagi. Patut diketahui bahwa Pemerintah Perancis saat ini memiliki saham sebesar 15 persen di Renault.

“Kami perlu memperbaiki struktur manajemen kami secepat mungkin, tutur Le Maire.

Untuk itu, Thierry Bollore pun dipercayakan untuk menjadi Deputy Chief Executive Officer Renault dengan kekuasaan yang setara seperti CEO. Sementara Philippe Lagayette akan menggantikan posisi Ghosn di Renault Jepang.

Seperti yang sudah disampaikan beberapa waktu lalu, Carlos Ghosn telah ditahan oleh Pemerintah Jepang karena tidak melaporkan gajinya yang sebenarnya. Akibatnya, Ia pun ditahan karena dianggap telah melanggar hukum di negeri tersebut.

“Investigasi menunjukkan bahwa selama bertahun-tahun Ghosn telah melaporkan pendapatan yang lebih rendah dibandingkan kenyataan di Tokyo Stock Exchange securities,” jelas pihak Nissan.

Nissan dan Mitsubishi hingga kini masih belum memutuskan langkah yang akan diambil, namun kemungkinan kedua perusahaan tersebut akan memecatnya dari posisinya. Tak hanya itu, Nissan juga akan melakukan investigasi internal terkait pelanggaran yang telah dilakukan oleh Ghosn.

Ia diduga telah melakukan pelanggaran karena menggunakan uang perusahaan, khususnya Nissan, untuk keperluan pribadinya. Kondisi ini pun memperburuk posisinya yang sudah terancam dipecat dari posisinya saat ini. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar