Pertamina Sulap Lapangan Bola Simprug jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

Berita Otomotif

Pertamina Sulap Lapangan Bola Simprug jadi  Rumah Sakit Darurat Covid-19

JAKARTA - Pertamina menyiapkan lapangan bola Simprug yang disulap menjadi rumah sakit rujukan Covid-19.

RS Darurat ini berdiri di atas lapangan sepak bola seluas 22.700 meter persegi dan merupakan extension dari Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP). Seluruh pembangunan dan penyediaan alat kesehatan serta tenaga medis berada dalam pengawasan RSPP.

“Tahapan pembangunan meliputi konstruksi fisik, penyediaan alat kesehatan (alkes), tenaga medis, IT dan setup Alkes” jelas Fajriyah, Vice President Corporate Communication Petamina.

Menurut Fajriyah, rencananya RS Darurat Covid 19 ini memiliki kapasitas 300 bed yang terdiri dari 153 bed non ICU, 31 bed ICU, 19 bed HCU dan 10 Bed IGD. Ia juga menegaskab bahwa seluruh ruangan di RS Darurat COVID 19 ini dilengkapi negative pressure dan filter hepa sehingga udara yang dilepaskan keluar rumah sakit tetap aman untuk lingkungan.

Walaupun darurat, Fajriyah menegaskan bahwa fasilitas yang dibangun mengikuti standard rumah sakit pada umumnya. Mulai dari Ruang dokter, ruang perawat, nurse station, instalasi jenazah, instalasi sterilisasi, laboratorium (PCR, Hematologi dan AGD), instalasi farmasi, pusat gizi, instalasi screening, ruang radiologi, ruang operasi, hingga ruang dekontaminasi.

“Bahkan dalam rumah sakit ini disediakan pula fasilitas peralatan canggih seperti CT Scan 32 /64 slice, CCTV 2 arah hingga central monitor,” imbuhnya.

Dalam pekerjaannya, rumah sakit ini sudah memasuki progress pekerjaan 35 persen sejak awal dimulainya pekerjaan pada 22 April 2020 yang lalu dan direncanakan akan mulai beroperasi pada 1 Juni 2020. Konstruksi pembangunan dilaksanakan oleh Patra Jasa, sementara pengadaan fasilitas kesehatan dan perlengkapan rumah sakit modular ini, termasuk penyediaan SDM untuk tenaga medis dilakukan oleh Pertamina Bina Medika IHC. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar