Trump Ngamuk ke Pabrikan Mobil Agar Produksi Alat Bantu Pernapasan

Berita Otomotif

Trump Ngamuk ke Pabrikan Mobil Agar Produksi Alat Bantu Pernapasan

WASHINGTON, D.C.  - Donald Trump, Presiden Amerika Serikat mengamuk di Twitter pada sejumlah pabrikan kendaraan.

Ia menilai bahwa saat ini New York membutuhkan sedikitnya 30.000 ventilator dan pabrikan mobil dinilai tidak membuatnya dengan cepat. General Motors, salah satu produsen mobil asal Amerika Serikat menjadi sasaran kemaran pertamanya.

General Motors sepertinya tidak akan berhasil. Mereka mengatakan akan memberi kami 40.000 ventilator yang sangat dibutuhkan, ‘sangat cepat’. Sekarang mereka mengatakan hanya akan ada 6.000 pada akhir April dan mererka meminta dolar tinggi,” ungkapnya.

Ia pun menambahkan bahwa penelantaran pabrik di Ohio dan beberapa pabrik lainnya merupakan sebuah kebodohan. Selain itu Ia juga memerintahkan Ford untuk memproduksi ventilator secepat mungkin,

“General Motors HARUS segera membuka pabrik Lordstown di Ohio yang bodoh tersebut atau beberapa pabrik lainnya, dan MULAI MEMBUAT VENTILATORS, SEKARANG!!!!!! FORD, MULAI BEKERJA DENGAN VENTILATORS, CEPAT!!!!!! @GeneralMotors  @Ford”

Sebenarnya, General Motors sudah tidak memiliki pabrik di Lordstown lagi karena telah dijual ke Lordstown Motors. Hal ini Ia sampaikan pada twit berikutnya setelah mendapat informasi langsung dari Mary Barra, CEO of General Motors. Dan setelah menyerang GM, Trump pun menyampaikan informasi bahwa pihaknya telah membeli banyak ventilator dari perusahaan lain.

“Kami telah membeli banyak ventilator dari perusahaan yang luar biasa. Nama dan jumlahnya akan disampaikan kemudian!” tambahnya.

Donald Trump telah menggunakan Defense Production Act (Undang-Undang Produksi Pertahanan) untuk memaksa General Motors membuat ventilator. Ia pun telah mengarahkan Secretary of Health and Human Services (Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan) untuk menggunakan semua otoritas yang tersedia di bawah UU tersebut dan mewajibkan General Motors menerima, melaksanakan dan memprioritaskan kontrak Federal untuk penyediaan ventilator.

Presiden pun menambahkan bahwa negosiasi dengan GM telah berlangsung produktif namun perang melawan virus terlaly mendesak untuk membiarkan proses berjalan seperti biasa. Ia pun mengatakan bahwa GM telah membuang-buang waktu meskipun mereka baru satu minggu bermitra dengan Ventec untuk memenuhi permintaan Pemerintah. [Adi/Ari]

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar