Pemerintah Indonesia Ingin Hanya Mobil dan Motor Listrik yang Dijual pada 2050

Berita Otomotif

Pemerintah Indonesia Ingin Hanya Mobil dan Motor Listrik yang Dijual pada 2050

JAKARTA – Pemerintah menargetkan seluruh kendaraan yang dijual di Indonesia pada 2050 sudah bertenaga listrik, bukan lagi mobil dan motor konvensional bermesin bensin/diesel.

Target tersebut dilakukan secara bertahap. Sepeda motor, menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada Senin (14/6/2021) seperti dikutip dari Reuters, diharap sudah bisa mencapainya pada 2040.

Adapun untuk mobil targetnya 10 tahun lebih lambat yaitu pada 2050.

Tidak dijelaskan, apakah teknologi hybrid dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) juga termasuk di dalamnya atau hanya kendaraan listrik murni (100 persen baterai).

mobil listrik Nissan Kicks e-Power

“Kita tidak mempunyai kebijakan untuk menyetop (penggunaan) kendaraan dengan mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE), hanya utilisasi dari kendaraan listrik melalui insentif,” tambah Direktur Jendral Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana.

Dalam satu dekade terakhir, pasar otomotif Nusantara secara rata – rata mampu menjual 6,5 juta unit motor baru tiap tahun. Sementara, untuk mobil, penjualannya rata – rata 1 juta unit.

Negara terpadat keempat di dunia ini, menurut data asosiasi kendaraan roda dua dan roda empat, punya 112 juta unit motor serta 15 juta unit mobil yang beredar di jalan pada 2019.

Pemerintah Indonesia sendiri memang berambisi mempromosikan dan mengembangkan industri otomotif ramah lingkungan. Mereka sudah menyiapkan insentif bagi kendaraan listrik yang—jika tidak ada perubahan—mulai berlaku pada akhir 2021.

Pabrikan – pabrikan yang mendapatkannya diwajibkan melakukan perakitan lokal dalam jangka waktu tertentu. Pada 2025, perakitan lokal motor dan mobil listrik dari teknologi hybrid, PHEV, maupun listrik murni ditargetkan berkontribusi 20 persen dari total unit yang diproduksi.

motor listrik Gesits

Komitmen investasi terkait hal ini sudah diberikan berbagai pabrikan. Misalnya saja Toyota – Daihatsu serta Hyundai.

Industri baterai kendaraan listrik dalam negeri juga didorong dengan bermacam insentif. Produsen – produsen terbesar dunia seperti CATL asal China plus LG Chemical dari Korea Selatan sudah memberikan komitmen investasi.

Pemerintah yakin, insentif yang diberikan serta status sebagai negara dengan cadangan nikel—material baterai kendaraan listrik—terbanyak dunia mampu menarik para investor asing. [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar