Wow, Indonesia Punya 2.400 Tempat Ngecas Mobil Listrik pada 2025

Berita Otomotif

Wow, Indonesia Punya 2.400 Tempat Ngecas Mobil Listrik pada 2025

JAKARTA – Pemerintah bersiap membangun lebih dari 2.000 tempat pengecasan mobil dan sepeda motor listrik di seluruh Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Ya, rencana pemerintah mendorong pasar maupun industri kendaraan listrik juga akan diikuti oleh pemerataan infrastrukturnya yaitu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Di samping itu, akan disebar pula Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

“Peta jalan menuju kendaraan bermotor listrik juga didukung dengan rencana pembangunan SPKLU di 2.400 titik dan SPBKLU di 10 ribu titik sampai dengan 2025 serta peningkatan daya listrik di rumah tangga pengguna KBLBB (Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai),” kata Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) dalam Public Launching KBLBB belum lama ini yang disiarkan secara virtual via YouTube.


Sekadar mengingatkan, mobil maupun motor listrik diberikan berbagai insentif fiskal plus nonfiskal mulai Oktober 2021 mendatang, dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 sebagai payung hukumnya. Presiden Joko Widodo berharap berbagai insentif tersebut akan menurunkan harga jual kendaraan listrik sehingga penjualannya meningkat.

Namun, untuk mendapatkan keistimewaan tersebut, ada syarat perakitan lokal dalam jangka waku tertentu. Pemerintah menargetkan pada 2025 produksi kendaraan listrik berkontribusi 20 persen dari produksi kendaraan nasional—baik mobil maupun motor.

Pabrikan-pabrikan otomotif sendiri dalam beberapa tahun terakhir sudah memperlihatkan respons terhadap kemauan pemerintah. Salah satu contohnya adalah kemunculan berbagai mobil hybrid, plug-in hybrid (PHEV), maupun mobil listrik murni baru di pasar meski insentif belum diterapkan.

Sudah ada pula komitmen investasi dari beberapa pabrikan. Misalnya saja dari Toyota serta Hyundai.

Lebih lanjut, Arifin menjelaskan dasar pemikiran program percepatan KBLBB adalah untuk menekan impor BBM Indonesia. Sebagian besar dari konsumsi BBM 1,2 juta barrel per hari saat ini masih harus diimpor dan jumlah tersebut bisa membengkak jika tak ada program ini, apalagi dengan pertumbuhaan kepemilikan kendaraan di Tanah Air yang terbilang tinggi.


“Kementerian ESDM sedang menyusun grand strategy dengan salah satu programnya yaitu penggunaan KBLBB dengan target penurunan impor BBM setara 77 ribu barrel oil per day dari penggunaan 2 juta unit mobil dan 13 juta unit motor yang dapat menghemat devisa USD 1,8 miliar dan dapat turunkan emisi CO2 sebesar 1,1 juta ton CO2 sampai dengan 2030,” tukas dia.

Sekadar menambahkan, pemerintah juga ingin menjadi negara produsen baterai dengan modal cadangan nikel—bahan baku komponen tersebut—terbesar di dunia. Pihak-pihak yang sudah berkomitmen investasi antara lain CATL (China) dan LG Chemical (Korea Selatan). Tesla pun menunjukkan ketertarikan membangun pabrik baterai. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar