Pajak Mobil Baru Berpotensi 0 Persen, Minat Utama Masyarakat Tetap Mobkas

Berita Otomotif

Pajak Mobil Baru Berpotensi 0 Persen, Minat Utama Masyarakat Tetap Mobkas

 

JAKARTA – Para pedagang mobil bekas menilai jika usulan pajak 0 persen bagi mobil baru dikabulkan oleh pemerintah, tidak akan berdampak banyak bagi pihak yang mengusulkan. Di masa pandemi virus Corona (Covid-19), mayoritas masyarakat yang butuh mobil dianggap lebih melirik ke mobil bekas karena harganya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dengan bantuan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang mengajukan pembebasan atau pemangkasan pajak mobil baru hingga Desember 2020. Dengan begitu, harga jualnya bisa turun dan daya beli serta motivasi membeli masyarakat pada masa pandemi bisa meningkat.

Apalagi, menurut asosiasi tersebut, kebutuhan terhadap mobil pada masa pandemi tetap ada. Belum diketahui tanggapan dari Kementerian Keuangan, tapi respons dari pemerintah daerah baru sedikit.

Para pedagang mobil bekas mengakui kebutuhan terhadap kendaraan ketika pandemi tetap ada, baik itu sepedamotor maupun mobil. Namun, mereka menilai bahwa dalam kondisi saat ini kendaraan bekas jadi pilihan utama.

“Pertama, sekarang beli mobil baru prosesnya lama. Paling cepat 1 – 2 minggu. Lalu, saat ini mobil baru paling murah itu masih di sekitar Rp 150 jutaan. Masih mahal apalagi untuk kondisi sekarang. Enggak ketemu.. Di sisi lain, Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua sekarang lumayan ramai lagi khususnya pada saat masih PSBB transisi (awal Juni – 13 September—Red),” papar Herjanto Kosasih, Senior Marketing Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, ketika dihubungi pada Selasa (22/9/2020).

Pajak mobil baru 0 persen pun, menurut dia, tidak akan berpengaruh banyak pada peningkatan penjualan di sektor tersebut. Harapan hanya ada pada masyarakat kelas menengah ke atas, sedangkan masyarakat dengan kemampuan ekonomi di bawahnya tetap akan menengok pada mobil bekas.

“Tapi sekarang mereka (masyarakat kelas menengah ke atas) juga terpecah sikapnya,” pikir Herjanto.

Pandemi diketahui melanda Indonesia sejak Maret. Perekonomian menjadi terganggu dan ini berdampak pada pasar otomotif.

Gaikindo sejak April 2020 telah merevisi target penjualan mobil 2020 dari 1,1 juta unit—tak jauh beda dari capaian 2019 sebanyak 1,050 juta unit—menjadi hanya 600 ribu unit. Mereka mengakui kemungkinan merevisinya lagi cukup besar. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar