Pabrikan Otomotif Terbesar Inggris Akan PHK Ribuan Orang Karena China

Berita Otomotif

Pabrikan Otomotif Terbesar Inggris Akan PHK Ribuan Orang Karena China

LONDON – Jaguar Land Rover bersiap melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) lagi gara-gara merosotnya penjualan mereka di China, selain beberapa sebab lainnya.

Seorang sumber anonim, seperti diwartakan Reuters pada Kamis (10/1/2019), membeberkan bahwa pabrikan otomotif terbesar di Inggris tersebut akan melakukan pengurangan jumlah karyawan yang ‘substansial’. Adapun jumlah tenaga kerja yang dirumahkan nantinya mencapai ribuan orang.

Mereka berasal dari berbagai level jabatan. Staf produksi di pabrik tidak akan terkena imbas ‘pada tahap ini’.

“Pengumuman pengurangan jumlah pekerja bakal substansial, mempengaruhi tataran managerial, riset, penjualan, desain,” ucap sumber yang meminta namanya dirahasiakan ini.

Jaguar Land Rover mengambil langkah tersebut karena menghadapi penurunan penjualan dengan persentase dua digit di China sebagai efek perang dagang negara tersebut dengan Amerika Serikat. Di samping itu, permintaan terhadap mobil-mobil diesel di Eropa yang berkurang drastis juga mempengaruhi.

Sebagai gambaran, penjualan di ‘Negeri Tirai Bambu’ pada Juli sampai September terjun bebas 44 persen. Ini merupakan penurunan terbesar Jaguar Land Rover dibandingkan pasar mereka yang lain di seluruh dunia.

Torehan buruk itu membuat China berubah status dari pasar terbesar Jaguar Land Rover menjadi yang terkecil.  Eksekutif pabrikan ini, pada Oktober, sempat mengatakan pabrik di Changsu sempat tidak beroperasi demi membiarkan stok di fasilitas perakitan maupun di dealer berkurang terlebih dahulu.

Semakin tidak populernya mobil diesel di Eropa juga turut memukul bisnis Jaguar Land Rover. Pasalnya, model-model diesel berkontribusi 90 persen terhadap penjualan mereka di Inggris dan 45 persen di  pasar global.

Jaguar Land Rover menjadi pabrikan otomotif terbesar di Inggris sejak 2016 dan sekarang mempekerjakan sekitar 40 ribu karyawan di ‘Negeri Ratu Elizabeth’. Kondisi yang tidak mengenakkan di China, Eropa plus isu ‘British Exit’ (Brexit) membuat mereka rugi 354 juta pound sterling (Rp 6,36 triliun) selama April – September, melakukan PHK 1.000 orang di Inggris, menutup pabrik di Solihull selama dua pekan, dan mengurangi jumlah hari kerja di pabrik Castle Bromwich.

Perusahaan otomotif milik Tata Motors tersebut juga telah mengungkap rencana memotong biaya serta meningkatkan aliran kas hingga 2,5 miliar pound sterling (Rp 44,93 triliun). Caranya antara lain dengan mengurangi biaya pegawai dengan mereduksi jumlah pekerja di berbagai level.

Semua kendala ini membuat penjualan Jaguar Land Rover secara global berkurang 4,4 persen selama 11 bulan pertama 2018 menjadi 540.548 unit. Prediksi mencapai total produksi 1 juta unit pada akhir dekade pun kemungkinan meleset. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support