Pabrikan Mobil Terbang Terrafugia Mulai Buka Inden

Berita Otomotif

Pabrikan Mobil Terbang Terrafugia Mulai Buka Inden

MASSACHUSETTS – Pabrikan mobil terbang Terrafugia dikabarkan telah membuka pemesanan untuk model pertama mereka yang bernama Transition.

Terrafugia, seperti diwartakan Automotive News pada awal pekan ini, untuk sementara hanya menerima pesanan dari pasar Amerika Serikat (AS). Perusahaan yang juga berasal dari ‘Negeri Paman Sam’ ini belum membuka harga jual Transition.

Pengirimannya sendiri baru akan dilakukan pada 2019. Tidak disebutkan secara rinci pada bulan apa distribusi dimulai.

Transition merupakan mobil terbang dengan sayap yang bisa dilipat serta memiliki kapasitas dua penumpang. Kendaraan ini dapat bertransformasi dari mode darat menjadi udara dalam waktu kurang dari satu menit.

Transition bisa terbang dengan kecepatan 100 mil/jam atau hampir 161 km/jam dengan tenaga bersumber dari mesin bensin empat silinder turbocharge. Saat sedang berada dalam mode darat, mesin bensin konvensionalnya dibantu baterai plus motor listrik sehingga menjadikannya sebagai sebuah mobil hybrid.

Selain membuka inden Transition, Terrafugia, pada Oktober ini, juga berencana memamerkan versi purwarupa mobil terbang kedua mereka. Salah satu kelebihannya adalah kemampuan tinggal landas dan mendarat secara vertikal, layaknya helikopter. ‘Adik’ Transition yang lebih sempurna ini rencananya dipasarkan dalam waktu yang masih agak lama, yaitu pada 2025.

Orang-orang di balik Terrafugia tidak bisa dianggap enteng. Korporasi yang bermarkas di Woburn, Massachusetts ini didirikan lima orang lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT), salah satu universitas kesohor di dunia, pada 2006.

Pada tahun lalu, Terrafugia diakuisisi Geely, pabrikan otomotif besar China milik Li Shu Fu yang merupakan salah satu orang terkaya ‘Negeri Tirai Bambu’. Karena itu Terrafugia pun menjadi sister company Volvo Cars, Lotus Cars dan Proton yang mayoritas sahamnya dimiliki Geely. Geely memiliki pula saham Daimler, perusahaan induk Mercedes-Benz, sejak awal tahun ini.

Sokongan Geely merupakan modal penting bagi Terrafugia karena pabrikan-pabrikan mobil maupun terkenal dunia turut mengembangkan pula mobil terbang seperti Toyota, Audi plus Airbus. Ada pula perusahaan rintisan Volocopter yang didukung oleh Intel plus Daimler. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar