Orang Kaya ke-10 Cina ini Caplok Saham Mercedes

Berita Otomotif

Orang Kaya ke-10 Cina ini Caplok Saham Mercedes

STUTTGART - Li Shufu boss pabrikan otomotif Cina Geely caplok saham Daimler, perusahaan induk Mercedes-Benz.

Salah satu orang terkaya asal Cina ini sepak terjangnya menjadi sorotan dalam kepemilikan pabrikan otomotif ternama asal Jerman tersebut. Tak main-main, berkat aksi ini Li Shufu, menjadi pemegang saham terbesar di Daimler.

Yang menarik, Chairman of Zhejiang Geely Holding Group ini menjadi salah satu alasan Daimler menerima pinangan Geely. Karena seperti kita ketahui mereka (Daimler) sebelumnya sempat menolak tawaran ini pada akhir 2017.

Bahkan, Li disebut Daimler sebagai seorang pengusaha Cina dengan pengetahuan luas dan punya visi jelas untuk masa depan. Ia juga dipuji sebagai orang yang mampu  diajak berdiskusi secara konstruktif soal bagaimana mengubah industri.

“Daimler berbahagia mengumumkan bahwa dengan Li Shufu, perusahaan bisa mendapatkan pemegang saham berorientasi jangka panjang lainnya,” jelas pihak Daimler dalam situs resminya akhir pekan lalu.

Daimler menjadi merek otomotif keempat yang berhasil dibeli sahamnya oleh Li. Dengan mahar 9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 122,86 triliun, Ia menyengget 9,69 persen saham Daimler pada akhir Februari 2017.

Daimler bukanlah pengalaman pertama bagi Li dan Geely. Sebelumnya, mereka sudah mengakuisisi penuh saham Volvo (2010), membeli 49,9 persen saham Proton dan 51 persen saham Lotus (2017).

Kemudian, dengan menggunakan platform dan pabrik Volvo, Li membuat merek baru bernama Lynk & Co. Merek ini sudah resmi melakukan penjualan sejak November 2017 di Cina dan mengincar pasar Eropa serta Amerika Serikat hingga 2021.

Siapa Sebenarnya Li Shufu ?

Forbes pernah melansir bahwa kekayaan bersih Li Shufu mencapai 17,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 237,54 triliun. 

Ia mampu  membawa Geely, perusahaan miliknya, masuk dalam 10 besar pabrikan terbesar di Cina di antara korporasi-korporasi milik negara atau pun pemerintah daerah lainnya. 

Li sendiri merupakan orang kesepuluh terkaya di ‘Negeri Tirai Bambu'. Sementara, di seluruh dunia, dia ada di urutan ke-209 orang terkaya.

Li bukan lahir dari keluarga kaya. Dalam sebuah wawancara pada 2014, ia mengungkapkan bahwa mainan mobil-mobilan pertama miliknya dibuat dari pasir yang dipadat-padatkan sendiri.

“Keluarga kami tak mampu membeli mainan. Saya saat itu tak bisa membayangkan bisa membuat mobil sungguhan seperti sekarang,” ujar pemegang gelar di bidang engineering dari  Universitas Yan Shan ini.

Apa rencana detail Li dan Geely terhadap Volvo, Proton, Lotus, sampai Mercedes-Benz belum terpaparkan dengan jelas. Yang pasti, ia berpikiran bahwa aliansi, kerja sama platform, dan teknologi penting untuk dapat bersaing di industri otomotif saat ini.

“Para kompetitor yang tidak menghadapi industri global di abad ke-21 dengan pendekatan teknologi bukan lah  bagian dari industri itu sendiri. Agar dapat sukses menggapainya, dibutuhkan teman, partner, aliansi dan adaptasi terhadap cara berpikir baru mengenai penyatuan kekuatan,” papar Li. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual