Moeldoko Sodorkan 5% Saham untuk Orang Indonesia Kembangkan MAB

Berita Otomotif

Moeldoko Sodorkan 5% Saham untuk Orang Indonesia Kembangkan MAB

JAKARTA – Dua prototipe bus listrik yang diperkenalkan sebagai karya negeri sendiri muncul di Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle (GIICOMVEC) 2018. Pembuatnya adalah perusahaan bernama Mobil Anak Bangsa (MAB), yang didirikan oleh Moeldoko, mantan panglima TNI.

MAB berencana memproduksinya pertengahan tahun ini di pabrik-pabrik karoseri lokal sebanyak 30-40 unit per bulan dengan harga jual rata-rata Rp 4 miliar per unit. Bus listrik MAB ditargetkan menjadi transportasi publik di Bandara atau kota besar.

Pemerintah sendiri saat ini sedang menyusun insentif pajak bagi mobil ramah lingkungan dalam regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) yang ditargetkan terbit 2018. MAB menjadi salah satu pihak yang ingin memanfaatkan insentif pajak itu.

Moeldoko, ketika diwawancarai di hari pembuka GIICOMVEC, menjelaskan riset dan pengembangan bus listrik dilakukan di Indonesia. Namun, dalam proses ini, pihaknya bekerja sama dengan Shanghai, Cina.

Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bus listrik MAB ialah 45 persen. Menurut dia, salah satu komponen yang sudah dibuat di Tanah Air chassis monocoque bus.

“Berikutnya adalah strukturnya. Ini gampang. Karoseri lokal banyak yang sudah bisa. Aspek pengabelan (wiring) dan pemograman juga lokal,” ujar Moeldoko yang menjabat Kepala Staf Kepresidenan RI.

“Ini sangat teknis, saya tak bisa menerangkan. Intinya, (dalam pengkabelan) ada high voltage dan low voltage. Berikutnya untuk pengubahan dari AC ke DC atau dari CD ke AC. Itu teknologi-teknologi yang sudah dimiliki anak-anak kita. Sekitar 12 anak kami dikirim ke Shanghai dan mereka (Shanghai) juga mengirim tim ke sini,” paparnya.

“(Makna anak bangsa di bus ini) bukan kontennya. Pikiran saya adalah semua anak bangsa ikut memilikinya. Saya menyiapkan saham 5 persen kepada semua anak bangsa yang bisa ikut membangun atau mengembangkan. Ini untuk mereka yang punya ide desain baru atau ide pengembangan motor penggerak ke depannya bagaimana, dan lain-lain,” tandas Moeldoko.

Direktur Teknik MAB Bambang Tri Soepandji menambahkan, komponen-komponen inti seperti motor listrik, baterai lithium-ion, serta axle masih diimpor. Dua negara pengimpor yang disebutkan ialah Cina dan Jerman.

Bambang memaparkan ke depannya MAB ingin meningkatkan TKDN menjadi 60 persen.

Bangun Pabrik Baterai

Moeldoko menjelaskan pula rencana memproduksi secara lokal baterai lithium-ion di Indonesia. Beberapa produsen baterai dari luar negeri sudah menyatakan berminat membangun pabrik di negeri ini untuk menyuplai baterai kendaraan listrik.

Jenderal yang sempat disorot karena kekayaan berlimpahnya ketika menjadi Panglima TNI ini membeberkan perusahaan-perusahaan itu berasal dari tiga negara Asia.

“Ada (perusahaan) dari Jepang, Cina, sama Korea Selatan. Mereka ingin bangun pabrik baterai di sini.” [Xan/Idr]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual