Moeldoko Tanggapi Isu Bus Listrik MAB Sarat Politik

Berita Otomotif

Moeldoko Tanggapi Isu Bus Listrik MAB Sarat Politik

JAKARTA – Pemilik PT. Mobil Anak Bangsa (MAB) Jendral TNI (Purn) Moeldoko akhirnya angkat suara mengenai anggapan bus listrik garapan perusahaannya adalah pencitraan politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Ia membantah komentar itu, tapi mengakui ide awal bus listrik datang dari Presiden Joko Widodo.

Nama MAB memang mencuat menjelang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle (GIICOMVEC) 2018, pameran khusus kendaraan niaga ringan, menengah, hingga berat. Pasalnya, mereka memastikan akan memamerkan serta memasarkan sebuah bus listrik.

Sejak pemberitaan mengenai itu muncul, ada komentar-komentar skeptis beberapa pihak bahwa ini lebih merupakan alat politik menuju Pemilu Presiden tahun depan.

Saat ditanyakan Mobil123.com mengenai komentar miring tersebut, Moeldoko, yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, mengatakan proyek bus listrik MAB murni bisnis.

“Nanti biar masyarakat menilai, lah. Ini murni bisnis, kok. Kami mengeksploitasi, mengeksplorasi kemampuan anak-anak Indonesia. Masa enggak boleh berkarya, kita? Sedikit-sedikit Jepang, sedikit-sedikit Korea,” tukasnya ketika mengunjungi GIICOMVEC, Kamis (1/3/2018) sore kemarin di Jakarta Convention Center. 

Lebih lanjut, mantan Panglima TNI itu mengakui ide awal penggarapan bus listrik berasal dari Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo.  Ia mengaku kemudian mengembangkan ide tersebut dan coba merealisasikan.

“Saya mengembangkan apa yang beliau pikirkan. Selama sekitar setahun lalu beliau berpikir tentang mobil listrik. Berarti presiden sudah membuka itu. Makanya saya bereaksi," jelas Moeldoko.

Moeldoko kemudian menerangkan bahwa riset dan pengembangan bus listrik dilakukan di Indonesia namun bekerja sama dengan sebuah perusahaan otomotif dari Shanghai, Cina. Dia tidak memberitahukan nama korporasi tersebut.

Sebelumnya, seperti diberitakan Mobil123.com, Direktur Teknik MAB Bambang Tri  Bambang Soepandji memaparkan kini bus listrik garapan mereka sudah masuk prototipe tahap dua dan direncanakan untuk diproduksi massal pertengahan tahun ini oleh perusahaan karoseri lokai. Kapasitas produksi per bulan mencapai sekitar 30 unit.

Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) bus ini sendiri sudah mencapai 45 persen. MAB nantinya memanfaatkan insentif pajak mobil hibrida serta listrik yang ditargetkan terbit pada 2018.

Presiden Direktur MAB Mayjen TNI (Purn) Leonard menjelaskan operator bandara Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II kini sedang melakukan penjajakan untuk membelinya. Moeldoko kemudian menambahkan operator TransJakarta juga telah menyatakan berminat. (Xan/Ari)



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support