Harga Mitsubishi Outlander PHEV Tanpa Insentif Pajak di Atas Rp 600 juta

Berita Otomotif

Harga Mitsubishi Outlander PHEV Tanpa Insentif Pajak di Atas Rp 600 juta

BOGOR – Mitsubishi Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) bakal berharga di atas Rp 600 juta rupiah, jika dijual di Indonesia tanpa insentif pajak.

Outlander PHEV menjalani debut global pada 2012, sementara generasi keduanya diperkenalkan pertama kali pada 2018. Sport utility vehicle (SUV) satu ini bahkan telah menjadi mobil PHEV terlaris di Eropa dengan penjualan 100.097 unit sejak Oktober 2013 hingga Desember 2017.

Head of MMC Public Relations Section PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Jerry Amran menjelaskan tanpa insentif pajak banderol Outlander PHEV bakal melambung tinggi. Harganya bisa sama dengan mobil di segmen premium.

“Tanpa insentif pajak harganya bisa sekitar Rp 700 – 800 juta,” kata Jerry akhir pekan lalu di Bogor, Jawa Barat.

Pemerintah sendiri kini sedang menyusun insentif pajak bagi mobil hybrid dan mobil listrik melalui regulasi LCEV yang kini sedang disusun. Jauh sebelum wacana regulasi LCEV ini mengemuka, Mitsubishi sebenarnya pernah mengumumkan rencana meluncurkannya di Indonesia, tepatnya pada 2014. Namun, pabrikan asal Jepang tersebut akhirnya urung melakukannya.

Dengan rencana pemerintah menerbitkan insentif pajak, eksekutif MMKSI pun, ketika ditemui di sela-sela Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) tahun lalu, mengakui kemungkinan membawa Outlander PHEV ke negeri ini terbuka lagi. Pada Februari tahun ini, mereka bahkan mendonasikan delapan unit Outlander PHEV, dua unit mobil listrik i-MiEV, serta empat unit quick charger kepada Kementerian Perindustrian untuk dipakai studi.

Kecanggihan Outlander PHEV
Outlander PHEV mempunyai sistem penggerak yang terdiri dari mesin bensin konvesional plus baterai dan motor listrik. Mesinnya berkapasitas 2.0-liter 16-valve DOHC MIVEC dengan daya 116,3 hp dan torsi 186 Nm.

Sementara itu, baterai lithium ion-nya memiliki voltase 300 V dan kapasitas 12 kWh. Baterai ini meyalurkan energi ke dua motor listrik yang masing-masing terletak di depan dan belakang. Motor listrik depan bertenaga 80,8 hp dan torsi 137 Nm, sedangkan motor listrik belakang berdaya sama tapi dengan torsi 195 Nm.

Training Instructor MMKSI Rahardito Dio Prastowo mengatakan Outlander PHEV menggunakan penggerak empat roda Super-All Wheel Control (S-AWC). Teknologi ini memungkinkan saluran tenaga dan torsi pada keempat rodanya disesuaikan secara otomatis oleh komputer berdasarkan kondisi pengemudian serta jalan.

“Outlander PHEV punya mode pengemudian full EV, Seri, atau Paralel. Kalau full EV mesin tak bergerak sama sekali. Kemudian kalau mode seri mesin bergerak hanya saja untuk hasilkan listrik bagi baterai. Di mode paralel, mesin bergerak bersama-sama untuk juga bantu putaran roda. Mode paralel aktif otomatis pada kecepatan tinggi atau saat menaiki tanjakan,” papar Rahardito.

Jarak tempuh untuk mode full EV hanya 60 km. Tetapi, jarak tempuh mode hybrid diklaim mencapai 897 km. , Outlander PHEV membutuhkan 3,5 jam sewaktu diisi di daya 240 volt 30 ampere, 8 jam di tegangan 120 volt 12 ampere, atau 13 jam di 120 volt 8 ampere.

“Fitur-fiturnya juga sudah maju dan canggih. Misalnya ada Blind Sport Warning (BSW). Forward Collision Mitigation (FCM), dan Unintended Mitigation Acceleration System (UMS),” tutup Rahardito [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual