Mobil Listrik Sulit Dicas di Rumah dengan Kondisi Sekarang

Berita Otomotif

Mobil Listrik Sulit Dicas di Rumah dengan Kondisi Sekarang

JAKARTA – Mobil listrik memerlukan infrastruktur yang memadai, seperti tegangan listrik memadai di rumah-rumah plus stasiun pengisian daya di berbagai ruas jalan atau tempat umum.

Pemerintah sedang berusaha agar Indonesia masuk ke era mobil llistrik melalui regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) yang ditargetkan terbit tahun ini. Di sisi lain, infrastruktur mobil listrik saat ini belum memadai dan perlu lebih digenjot, menurut narasumber dari Mitsubishi dan Jaguar Land Rover.

Training Instructor PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Rahardito Dio Prastowo mencontohkan waktu pengisian daya dua kendaraan berbahan bakar alternatif mereka yaitu mobil listrik i-MiEV serta mobil hybrid Outlander PHEV. Menurut dia, i-MiEV butuh dicas 6 jam di listrik berdaya 230 Volt 16 Ampere, 8 jam di 230 Volt 10 Ampere, 10 jam di 230 volt 8 ampere. Sementara itu, Outlander PHEV membutuhkan 3,5 jam sewaktu diisi di daya 240 volt 30 ampere, 8 jam di tegangan 120 volt 12 ampere, atau 13 jam di 120 volt 8 ampere.

Adapun listrik rumah tangga di Indonesia, menurut Rahardito, rata-rata bertegangan 220 volt 6 ampere. Secara voltase kondisi ini dinilai tak terlalu buruk, tapi masalahnya dari sisi ampere.

“220 volt tidak terlalu buruk. Paling dari sisi ampere. Listrik rumahan di kita, kan, kebanyakan masih 6 ampere. Dalam waktu lama hal itu pasti mengganggu dan memaksa kita kurangi kebutuhan listrik untuk komponen lain saat sedang mengecas di rumah. Setrika dicabut, kulkas dicabut, enggak pakai AC kalau malam,” paparnya daam seminar Forum Wartawan Otomotif, 12 - 13 Mei di Bogor, Jawa Barat.

Head of MMC Public Relations Sections MMKSI Jerry Amran menyontohkan rumah-rumah di Jepang setidaknya berspesifikasi 15 Ampere. Untuk amannya, ia menyarankan sebuah rumah setidaknya memiliki 12 ampere.

“Di Jepang itu juga ada subsidi listrik. Listrik di malam hari lebih murah daripada siang untuk harganya. Bisa sekitar 50 persen bedanya. Di kita kan flat tarifnya,” ujar dia.

Rahardito menambahkan infrastruktur pengisian daya tak kalah penting. Ini karena pengecasan mobil listrik di rumah paling-paling hanya dilakukan malam hari dan aktivitas tersebut kebanyakan dilakukan di luar rumah.

Chief Operationg Officer Jaguar Land Rover Indonesia Roland Staehler mengharap pemerintah juga memberikan insentif pajak bagi mobil-mobil listrik impor milik merek mobil mewah yang belum memiliki di sini. Ini karena pasar mobil listrik idealnya dimulai dari masyarakat kelas menengah ke atas, baru kemudian menjalar ke bawah.

“Untuk rumah besar gampang. Mereka yang tinggal di apartemen akan adaptasi cepat atau  lambat. Tapi, mau bagaimana pun infrastruktur pengecasan publik tetap sangat penting. Jika tidak, mobil-mobil ini hanya untuk orang yang punya rumah besar. Meminta merek-merek mobil merakitnya secara lokal dalam jangka waktu cukup dekat tanpa punya infrastruktur pengecasan saya pikir tak realistis,” tandas dia pada awal pekan ini di Jakarta. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual