Merek Mobil China Agresif Bangun Dealer, Ini Komentar Honda

Berita Otomotif

Merek Mobil China Agresif Bangun Dealer, Ini Komentar Honda

SEMARANG - Merek-merek yang baru bermain di segmen mobil murah Indonesia (di bawah atau sekitar Rp 200 juta) agresif membangun dealer, khususnya merek China. Mereka semakin mendekati jumlah dealer yang dimiliki Honda dalam waktu relatif singkat.

Honda adalah salah satu merek mobil dengan jumlah dealer terbanyak di Indonesia, selain Toyota dan Daihatsu. Pada 3 Mei kemarin, mereka meresmikan dealer 3S (sales, service, spare parts) ke-152 di Jepara, Jawa Tengah.

Ditambah dengan dealer 3S satelit Honda berukuran kecil di daerah-daerah dengan prospek penjualan relatif sedikit, jumlahnya bahkan menjadi 202 outlet.

Di sisi lain, para kompetitor Honda yang lain makin bergerak cepat, terutama Wuling yang berasal dari China. Baru melakukan penjualan pada 2017, pada akhir 2018 Wuling sudah mempunyai 91 dealer dan pada akhir 2019 mereka ingin menargetkan pengoperasian 120 dealer.

Dongfeng Sokon (DFSK) juga cukup ekspansif, meski tak selincah Wuling. Baru meluncurkan kendaraan penumpang pada pertengahan 2018, perusahaan otomotif milik pemerintah China itu menargetkan pembangunan 90 dealer pada akhir 2019.

Sebenarnya tak hanya merek-merek China yang makin ofensif dalam pembangunan jaringan penjualan. Contohnya adalah Mitsubishi pada penghujung tahun fiskal 2018 sudah mempunyai 130-an dealer kendaraan penumpang dan setahun setelah itu ingin memiliki 153 dealer. Lantas, apa kata Honda mengenai pergerakan para pesaing?

“Untuk kompetitor, saya kurang tahu apakah konsep pengembangan dealernya sama dengan kami yaitu 3S (sales, service, spare parts) semua atau ada yang untuk penjualan saja. Tapi apa yang mereka lakukan wajar, ketika mereka merasa produk yang ditawarkan bisa dijual,” nilai Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT. Honda Prospect Motor di sela-sela peresmian dealer Jepara yang dibarengi dengan test drive Honda BR-V facelift.

Tambah Jadi 156-157 Dealer
Honda sendiri tak terlalu banyak membuka dealer baru pada tahun bershio ‘babi tanah’ ini. Setelah membuka tiga dealer sepanjang Januari sampai awal Mei, hanya ada 4 - 5 outlet lagi di sisa tahun sehingga menjadi 156 - 157 dealer.

“Antara pembukaan dealer dengan produktivitas penjualan harus diukur. Enggak bisa membuka sangat banyak tapi penjualan sedikit. Efisiensi akan menjadi rendah.. Sekarang penjualan kami bermain di level dealer dengan penjualan 100 ribu - 200 ribu unit, dengan jumlah dealer 150 sampai 200,” papar Jonfis. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar