Mazda: Orang-Orang Kaya Konsumen Kami pun Tunda Beli Mobil Karena Pemilu

Berita Otomotif

Mazda: Orang-Orang Kaya Konsumen Kami pun Tunda Beli Mobil Karena Pemilu

JAKARTA - Mazda mengaku turut mengalami penurunan penjualan seperti juga pasar mobil nasional, meski konsumen-konsumen mereka tergolong orang kaya.

Ricky Thio selaku Sales, Marketing, and PR Director PT. Eurokars Motor Indonesia (EMI) mengatakan bahwa segmennya Mazda adalah orang-orang kelas menengah dan menengah ke atas. Mereka tidak lagi terlalu sensitif terhadap harga jual kendaraan.

“Buat mereka harga nomor dua. Mereka lebih melihat desain, penampilan. Mereka ingin membeli yang orang lain tidak punya,” ucapnya saat wawancara beberapa waktu lalu di dealer Mazda Simprug, Jakarta.

Meski begitu, Mazda pada Januari - April kemarin turut mengalami nasib sama dengan pasar roda empat secara umum. Transaksi jual-beli mereka menurun.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan retail (dari dealer ke konsumen) pada empat bulan pertama 2019 adalah 1.689 unit.

“Kalau melihat data Gaikindo, penurunan penjualan pasar mobil Indonesia Januari-April hampir 14 persen untuk retail, jika dibandingkan periode sama tahun lalu. Itu TIV (Total Industry Volume) di sektor mobil penumpang saja, tak termasuk mobil komersial. Mazda penurunannya hampir sama dengan pasar, sekitar 14 persen,” aku Ricky.

Penjualan retail Mazda juga melesu pada April jika dibandingkan dengan Maret, meskipun bulan itu adalah 2 bulan menjelang Lebaran yang biasanya ditandai dengan kenaikan konsumsi kendaraan bermotor. Pasar dan merek-merek roda empat lain pun demikian, termasuk Toyota.

Pada April, ada 363 unit Mazda yang diboyong pembeli. Sebulan sebelum itu, Mazda berhasil menjual 475 unit.

Ricky menjelaskan bahwa hal ini masih merupakan efek dari Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Presiden pada 17 April. Para konsumen kelas menengah ke atas menahan pembelian karena belum nyaman atau merasakan ketidakpastian terhadap kondisi yang ada.

“Mereka ini sudah punya dua atau tiga mobil di rumah. Urgensi beli mobil tak terlalu tinggi,” tandasnya.

Pengusaha dan Eksekutif Perusahaan
Ricky menjelaskan bahwa profil konsumen Mazda adalah eksekutif perusahaan level General Manager ke atas atau pengusaha. Proporsi keduanya hampir setara.

Pengusaha, menurutnya, lebih sensitif terhadap kondisi sosial politik. Mereka lebih terpengaruh dengan hal tersebut dibanding eksekutif perusahaan.

“Mereka, kan, harus memikirkan cashflow usaha mereka sendiri dan sebagainya,” ujarnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support