Mazda Indonesia Pelajari Kemungkinan Lakukan Perakitan Lokal

Berita Otomotif

Mazda Indonesia Pelajari Kemungkinan Lakukan Perakitan Lokal

JAKARTA - Mazda membuka kemungkinan merakit atau melakukan CKD (complete knock-down) mobil-mobil mereka di Indonesia. Mereka bahkan mengaku sedang mempelajarinya.

Roy Arman Arfandy, Presiden Direktur PT. Eurokars Motor Indonesia (EMI), menjelaskan bahwa saat ini pihaknya dalam tahap studi untuk merakit model-model mereka secara lokal. Riset tersebut menyangkut banyak hal, salah satunya tentu saja mengenai model-model apa saja yang paling berpotensi dirakit di sini.

“Kami melakukan studi visibilitas dulu. Seperti mengenai layaknya model apa, volumenya harus berapa. Kami melakukan kajian internal dengan bekerja sama dengan prinsipal (Mazda Motor Corporation) serta pemegang saham PT. Eurokars Indonesia,” ucap dia menjawab pertanyaan Mobil123.com di sela-sela Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019, 25 April - 5 Mei di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pabrikan asal Jepang ini belum tentu melakukannya dengan membangun pabrik sendiri di Tanah Air. Bisa jadi, mereka menggunakan fasilitas dari pihak lain yang sudah ada.

Roy belum bisa menjelaskan kapan kira-kira perakitan lokal dilakukan, jika rencana tersebut akhirnya terealisasikan.

“Sekarang saja kami belum memutuskan mau pakai pabrik sendiri atau kerja sama dengan pabrik milik pihak lain. Kami belum bisa menentukan kapannya. Kita lihat saja. Kami harus mempertimbangkan matang-matang untuk investasi yang cukup besar ini,” tandas dia lagi.

Mobil Listrik
Mazda juga membuka peluang untuk bermain di segmen mobil hybrid dan mobil listrik Indonesia pada masa mendatang, apalagi dengan adanya rencana membuat fasilitas perakitan lokal. Mazda sendiri punya kolaborasi dengan Toyota di Amerika Serikat yang salah satu tujuannya adalah untuk mengembangkan mobil berteknologi tersebut.

“Mungkin teman-teman semua sudah mendengar adanya kerja sama dengan Toyota di AS untuk mengembangkan mobil listrik. Kalau sudah jadi tentu akan bisa dibawa ke seluruh dunia,” pungkas Roy.

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia berniat mempromosikan mobil hybrid maupun listrik dengan memberikan beragam insentif dalam regulasi low carbon emission vehicle (LCEV). Namun, regulator menginginkan agar model-model yang mendapatkan insentif agar diproduksi di Indonesia 3 - 5 tahun setelah meluncur.

“Kami sudah update kepada prinsipal kami bahwa ini ada regulasi LCEV di Indonesia. Mereka tentu akan pelajari juga. Saya melihat volume kami di Indonesia belum terlalu besar, jadi kami akan menentukan langkah-langkah strategis dengan hati-hati,” tutup Roy. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support