Kia: Merek Mobil Belum Populer Mesti Beri Harga Bersaing dan Fitur Banyak

Berita Otomotif

Kia: Merek Mobil Belum Populer Mesti Beri Harga Bersaing dan Fitur Banyak

JAKARTA – Merek-merek mobil yang belum populer di Indonesia, menurut eksekutif Kia, harus lebih ‘murah hati’ dari sisi harga dan fitur produk jika mau bersaing dengan nama-nama besar. Karena itu, 'adik' dari Hyundai tersebut berniat memberikan fitur-fitur terobosan di tiap produk baru mereka.

Ario Soerjo, Marketing and Development Division Head PT. Kreta Indo Artha, menilai bahwa dari sisi produk, harga kompetitif saja tak cukup bagi merek yang belum populer untuk melawan nama-nama mapan. Harus ada juga fitur mentereng, agar konsumen terpancing membuat perbandingan.

“Mau enggak mau merek yang bukan mainstream, belum banyak dikenal atau diyakini orang-orang, mesti benar-benar bisa menyediakan dan memberikan value for money terhadap apa yang akan konsumen bisa dapatkan,” ucap dia dalam Diskusi Virtual Forum Wartawan Otomotif (Forwot) beberapa waktu lalu.

Cara ini terlihat di Seltos, model pertama yang Kia luncurkan setelah diambil alih Indomobil Group dan bangkit dari ‘mati suri’ mulai akhir 2019. Sport utility vehicle (SUV) seharga OTR Rp 295 – 355 juta yang meluncur pada Januari 2020 itu menawarkan spesifikasi serta fitur di atas model-model lain sekelasnya.

“Mobil lebih lapang, iya. Lebih irit, iya. Lebih kencang, iya. Gimmicknya banyak, opsi-opsinya banyak. Ada Sunroof dan sebagainya yang mungkin di merek lain mesti didapat dengan harga lebih mahal,” tandasnya.

Cara ini tak hanya terlihat di Kia. Para pendatang baru seperti Wuling, DFSK, MG pun terlihat melakukan strategi serupa.

Ario berharap Kia bisa terus melancarkan cara ini di model-model setelah Seltos. Kia, menurutnya, ingin sesering mungkin memberikan teknologi maupun fitur yang jarang atau belum pernah terlihat di kelasnya.

“Mudah-mudahan untuk model berikutnya setelah Seltos, bisa terapkan hal sama. Bisa kasih fitur fitur pertama di kelasnya atau fitur terbaik. Memberikan opsi atau sesuatu yang berbeda,” tegasnya.

Kia berencana meluncurkan satu model lagi tahun ini yang masih dirahasiakan. Selain itu, merek asal Korea Selatan tersebut juga sedang mengadakan uji jalan bagi SUV Sonet di sekitar Pulau Jawa.

Pekerjaan rumah selanjutnya bagi merek belum banyak dilirik, terang Ario, adalah mendirikan jaringan penjualan dan purnajual. Mengenai hal ini, Kia berkomitmen membangun minimal 38 dealer hingga akhir 2020. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar