Jurus Kia Agar Bisnisnya Tak Berantakan Lagi di Indonesia

Berita Otomotif

Jurus Kia Agar Bisnisnya Tak Berantakan Lagi di Indonesia

JAKARTA – Kia sudah mengambil pelajaran dari pengalaman masa lalu yang sempat berakhir pahit di Indonesia. Ada beberapa kebijakan yang berubah di bawah agen pemegang merek yang baru di Indonesia.

Seperti diketahui, bisnis Kia di bawah PT. Kia Mobil Indonesia (KMI) sempat tersendat selama beberapa tahun hingga dealer-dealer mereka pun tutup. Mereka dikabarkan mengalami kesulitan keuangan sampai harus keluar dari keanggotaan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) karena tak mampu membayar iuran keanggotaan.

Indomobil Group lalu mengambil alih Kia pada 2019. Pada kuartal keempat tahun itu, Kia kembali aktif di bawah perusahaan baru yang Indomobil Group bentuk yaitu PT. Kreta Indo Artha (KIA).

Di penghujung 2019 mereka menjual kembali Picanto dengan spesifikasi yang berubah. Pada 20 Januari 2020, giliran SUV Kia Seltos mengaspal. Kia juga kembali menjual beberapa produk yang belum mendapat penyegaran yakni Grand Sedona, Rio, maupun pikap K-27.

Ridjal Mulyadi, Promotion Department Head KIA, menolak mengomentari masa lalu merek asal Korea Selatan itu di Indonesia. Namun, pria yang juga menjadi bagian dari KMI tersebut mengaku ada beberapa pelajaran dari kegagalan terdahulu.

“Banyak, sih, ya. Satu adalah soal produk. Produk kami sekarang ini beda dengan kebijakan Kia yang lama. Produk kami sekarang benar-benar punya spesifikasi yang cukup.. Katakan lah, kalau kemarin banyak yang dikurangi, sekarang kami bawa dengan spesifikasi cukup lengkap,” papar dia meladeni pertanyaan Mobil123.com di sela-sela Test Drive Kia Seltos pada akhir pekan lalu di Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Pelajaran kedua ialah mengenai lini produk Kia di Indonesia. Di bawah agen pemegang merek yang sekarang, Kia akan menghadirkan model-model yang lebih sesuai dengan pasar dan konsumen Indonesia.

Ia mengakui dahulu jagoan utama Kia adalah city car Picanto. Sekarang tidak lagi.

“Produk Kia itu sebenarnya lengkap. Dari city car yang kecil sampai mobil-mobil keluarga yang besar. Kalau lihat di lingkup global, kami juga main di militer. Tinggal diseleksi saja mana yang kira-kira bisa kompetitif di sini,” tukasnya.

Selanjutnya adalah perihal jaringan penjualan dan purnajual. Indomobil Group, menurutnya, akan mengembangkan jaringan secara bertahap.

Saat ini Kia sudah memiliki 24 outlet 2S dan 3S. Pada akhir tahun jumlahnya akan menjadi 34 atau 35 outlet.

“Diharapkan masalah-masalah yang kemarin dikhawatirkan soal servis, suku cadang, dan sebagainya bisa terpecahkan dengan cara itu,” tandasnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar