Jalanan di DKI Jakarta Mulai Padat Meski Masih PSBB

Berita Otomotif

Jalanan di DKI Jakarta Mulai Padat Meski Masih PSBB

JAKARTA - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mencatat ada peningkatan volume kendaraan di DKI Jakarta.

Kenaikan ini disebabkan karena tidak adanya kebijakan ganjil-genap sementara aktivitas masyarakat sudah mulai normal. Hal ini disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar.

“Volume kendaraan beberapa titik memang terjadi kepadatan arus lalu lintas. Karena memang aktivitas masyarakat sudah mulai ada yang diperbolehkan kembali,” kata AKBP Fahri Siregar beberapa waktu lalu.

Sayangnya, Ia tidak menyebutkan besaran jumlah kenaikan volume lalu lintas selama peniadaan kebijakan ganjil-genap. Upaya-upaya pencegahan kemacetan terus dilakukan untuk mengurai kenaikan jumlah kendaraan tersebut.

“Meski tidak diterapkan, kita melakukan upaya arus lalu lintas dengan pengalihan, penutupan arus lalu lintas, dan sebagainya,” terangnya.

Jalanan di DKI Jakarta Mulai Padat Meski Masih PSBB
Meskipun volume lalu lintas mengalami kenaikan, Ditlantas Polda Metro Jaya belum berencana menerapkan kembali ganjil-genap. Pertimbangannya untuk mencegah penularan Covid-19 khususnya di angkutan umum. Hal itu mengingat ketika ganjil-genap diterapkan, jumlah pengguna angkutan umum relatif akan naik.

“Biasanya terjadi penambahan antara 6 sampai 11 persen. Khawatir akan terjadi penumpukan makanya kita tidak menerapkan ganjil-genal-red dulu,” jelasnya.

Sejak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besa Transisi Jilid II, pembatasan lalu lintas Ganjil-genap menag belum diterapkan kembali. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya klaster Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dari transportasi publik.

Meski demikian, transportasi publik masih tetap beroperasi dengan maksimal meski ada pembatasan jumlah penumpang. Pembatasan tersebut dilakukan baik di KRL, MRT maupun busway dan kendaraan umum lainnya. Sayangnya, pembatasan tersebut rupanya tidak bisa menghentikan mobilitas masyrakat.

Saat ini, DKI Jakarta masih menjadi daerah dengan jumlah kasus positif terbesar di Indonesia. Saat berita ini dibuat, jumlah kasus positif di DKI Jakarta sudah mencapai 132.961 kasus. Dari jumlah tersebut, 121.082 orang dinyatakan sembuh dan 2.614 orang meninggal. Saat ini, kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta sebanyak 9.265. Jumlah ini masih akan terus bergerak selama pandemi belum berakhir. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar