Jaguar Land Rover Belum Terganggu Kebijakan Jokowi Soal Mobil Impor

Berita Otomotif

Jaguar Land Rover Belum Terganggu Kebijakan Jokowi Soal Mobil Impor

JAKARTA - Jaguar Land Rover (JLR) mengaku belum merasa terganggu oleh kebijakan pembatasan impor mobil yang saat ini digalakkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sebagai informasi, Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, sejak tahun lalu memberlakukan pengetatan impor mobil utuh (Completely Built-Up/CBU) baik itu merek mobil massal hingga merek mobil premium. Semakin banyak impor CBU yang diinginkan sebuah merek, semakin besar tekanan untuk juga melakukan produksi lokal serta ekspor.

JLR sendiri adalah salah satu pemain di segmen kendaraan premium yang masih sepenuhnya mendatangkan mobil CBU dari luar negeri, khususnya Inggris. Meski begitu, mereka mengaku belum merasa terganggu oleh kebijakan tersebut.

“Saat ini bisa kami bilang bahwa importasi mobil-mobil JLR masih dalam batas normal. Dari sisi kuota belum terhambat,” ucap Jentry Izhar, Brand Director JLR Indonesia menanggapi pertanyaan Mobil12.com usai peluncuran All-New Range Rover Evoque akhir pekan lalu.

Hal ini bukan terjadi karena adanya perlakuan khusus terhadap merek asal ‘Negeri Ratu Elizabeth’ itu. Penyebabnya adalah karena penjualan mereka di Tanah Air masih amat sedikit.

“Volume (penjualan) kami masih kecil sekali. Volume kami benar-benar sangat-sangat terbatas,” aku mantan eksekutif BMW Group Indonesia tersebut.

Sayang, Jentri tidak menyebutkan berapa penjualan JLR Indonesia setiap tahun. Merek ini pun sudah tidak lagi menjadi anggota Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sehingga data transaksi jual-beli mereka tidak tersedia dalam data yang rutin dipublikasikan kepada publik.

Kebijakan pembatasan kuota impor CBU mobil diakui oleh beberapa pabrikan, khususnya merek-merek yang menjual kendaraan di harga relatif terjangkau, sebagai tantangan. Salah satunya adalah Renault yang sedang gencar menjual mobil murah Triber tapi belum mempunyai pabrik di Nusantara.

Davy J. Tuilan selaku Chief Operating Officer PT. Maxindo Renault Indonesia membeberkan bahwa pihaknya sedang mendiskusikan kemungkinan memberi komitmen perakitan lokal kepada pemerintah pada masa mendatang. Sebagai balasannya, mereka meminta pelonggaran kuota impor CBU Triber dari Indonesia pada tahun-tahun awal penjualan.

Hendrik Wiradjaja, Deputy Marketing Director PT. Hyundai Mobil Indonesia, mengatakan setiap mereka mengajukan kuota impor, pemerintah selalu menanyakan kondisi ekspor mereka. Padahal, kata Hendrik, regulator sudah mengetahui Hyundai punya pabrik perakitan H-1 di Pondok Ungu, Bekasi yang selain untuk memenuhi pasar domestik juga untuk pasar ekspor.

Hyundai kini sedang mempersiapkan lagi pembangunan pabrik baru yang lebih besar. Rencananya pada 2021 pabrik ini mulai beroperasi. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support