Dapat Investor Baru, Aston Martin Ngebet jadi Ferrari versi Inggris

Berita Otomotif

Dapat Investor Baru, Aston Martin Ngebet jadi Ferrari versi Inggris

GAYDON - Aston Martin, pabrikan mobil legendaris asal Inggris ngebet menyandang status British Ferrari atau Ferrari versi Inggris.

Hal ini disampaikan langsung oleh Andy Palmer, CEO Aston Martin. Ia mengatakan ingin melihat Aston Martin tampil eksklusif dengan gaya bisnis Ferrari.

Ini artinya pabrikan mobil yang identik menjadi mobil James Bond ini akan mengubah cara kerja mereka di mana akan mengubah prioritas dalam memproduksi mobil. Kini mereka akan memproduksi lebih sedikit dan mengutamakan keinginan masing-masing pelanggan secara eksklusif. 

Langkah yang akan diambil Palmer ini seiring dengan masuknya investasi besar pada Aston Martin saat mengalami krisis keuangan. Lawrence Stroll, miliader asal Kanada baru-baru ini menyuntikan dana sebesar U$ 660 juta atau sekitar Rp 10.5 Triliun dan kemudian memegang posisi sebagai Executive Chairman Aston Martin.

Sepak terjang Stroll sendiri cukup menarik di industri otomotif. Ia sudah lama menjadi importir Ferrari di Kanada dan memiliki banyak pengetahuan dalam urusan mobil sport Italia ini.

“Lawrence sudah lama menjadi importir Ferrari Kanada sehingga ia memahami model Ferrari dengan sangat baik. Kami berharap di masa depan akan membuat mobil sport lebih efisien secara material namun punya finis produk yang menguntungkan," kata Palmer.

Ia menambahkan bahwa pada 2019 Aston Martin telah memproduksi 5.800 unit sportscar. Dan akan meruduksi jumlah produksi lebih sedikit pada 2020.

“Kita harus ubah apa yang telah kita lakukan. Sudah waktunya bagi kita untuk membuat yang lebih baik dan mencoba menjadi 'British Ferrari'. Kita akan meminta pelanggan untuk menentukan spesifikasi mobil mereka secara individual dan menunggu saat sedang dibangun," jelas Palmer. 

Sejatinya hal tersebut sudah mulai dilakukan pada Aston Martin DBX. Di mana penjualannya sangat ekslusif, daftar pemesannya sendiri pada 2020 sudah penuh.

Palmer juga menambahkan salah satu prioritas Aston Martin saat ini adalah menyeimbangkan permintaan dan pasokan sesuai pesanan. Tak ketinggalan adalah harus memastikan kualitas DBX benar-benar sempurna saat pengiriman dimulai. 

Di masa mendatang Aston Martin juga telah membuat rencana elektrifikasi dan bertujuan untuk meluncurkan kembali Aston Martin Lagonda. Ini tak lain menjadi salah satu cara Aston Martin untuk mengisi pasar tidak hanya hypercar kelas atas namun juga supercar satu kelas di bawahnya.

Palmer sendiri juga mengatakan bahwa pihaknya juga terus menjaga 'garis keturunan' mid engine milik Aston Martin. Mulai dari menghadirkan Aston Martin Valkyrie tahun ini, Valhalla pada 2022, Vanquish di 2023 serta Lagonda kemungkinan 2024.

“Tak ketinggalan kita juga harus membawa mesin baru 3.0-liter V6 hybrid dan plug-in buatan kami ke dalam seluruh jajaran model secepat mungkin. Ini tentunya untuk tetap mendukung regulasi mobil ramah lingkungan,” tutup Palmer. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar