Carlos Ghosn Mendapat Larangan Berpergian dari Lebanon

Berita Otomotif

Carlos Ghosn Mendapat Larangan Berpergian dari Lebanon

BEIRUT - Lebanon melakukan larangan perjalanan terhadap Carlos Ghosn, mantan eksekutif Nissan sehari setelah Ia mengungkap pelarian dirinya dari Jepang.

Larangan perjalanan ini dilakukan oleh Ghassan Oueidat, Jaksa Penuntut dari Lebanon dengan tujuan untuk mencegah Ghosn meninggalkan negaranya. Sebelumnya, Interpol juga sudah mengeluarkan Red Notice yang menyebutkan bahwa Ghosn saat ini sedang dicari oleh Kepolisian di Jepang.

Baru-baru ini, Ghosn berbicara pada Media di Beirut, Lebanon terkait kasus yang membuat dirinya ditahan oleh Pemerintah Jepang. Ketika itu Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah atas segala tuduhan yang diterimanya. Ia bahkan merinci bagaimana kondisinya di penjara ketika itu.

Salah satu yang menarik adalah Ghosn mencari negara dimana Ia dapat diadili secara adil dan membersihkan namanya. Ia sebenarnya juga merupakan warga negara Brazil dan Perancis, yang keduanya tidak akan mengekstradisinya ke Jepang. Namun dengan larangan berpergian ini maka membuat Ia harus memilih Lebanon.

Ghosn sendiri mengatakan bahwa dirinya memang harus melarikan diri dari Jepang. Menurutnya, tindakan tersebut bukan untuk menghindari hukum melainkan untuk pergi dari ketidakadilan yang Ia hadapi. Pengadilan Jepang sendiri kabarnya sudah 99,4 persen untuk membuat keputusan dan Ghosn pun menyadari bahwa bila Ia tidak melarikan diri maka Ia akan mati di Jepang.

Ghosn dikabarkan meninggalkan Jepang dengan cara yang sangat menarik, Ia pergi dari rumah menuju Bandara International Kansai yang terletak di Osaka. Untuk diketahui, jarak Tokyo dengan Osaka cukup jauh, hampir 500 km, sekitar lebih dari Jakarta ke Semarang. Dan mantan anggota pasukan khusus Angkatan Darat Amerika Serikat Green Beret terlibat dalam pelarian ini.

Sebuah pesawat jet pribadi di Airport Kansai pun sudah menunggu untuk yang digunakan sebagai kendaraan Ghosn dari Jepang di Dubai. Yang menarik, Ghosn kemudian dimasukan ke dalam kotak hitam beroda, biasa digunakan rombongan band untuk menempatkan alat-alat musik jika sedang melakukan tour.

Sekitar 12 jam kemudian, jet itu mendarat di bandara Ataturk di Turki. Di sini, masih di dalam kotak, Ghosn didorong 100 meter melintasi landasan menuju jet kecil yang membawanya ke Lebanon.

[Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support